Kasus yang menimpa driver Red Bull Daniel Ricciardo di seri GP Australia menjadi contoh betapa pentingnya pasokan bahan bakar untuk 'jet darat' di tahun ini. Dia dinyatakan menyalahi aturan pasokan bahan bakar, hingga podium kedua yang berhasil diraih pun harus melayang.
Dengan pembatasan 100 kilogram untuk jumlah bahan bakar di setiap balapan, berarti terjadinya pengurangan sekitar 30 persen dari yang berlaku pada musim 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alonso berturut-turut menempati posisi keempat, sementara Raikkonen menyudahi balapan di posisi tujuh dan ke-12.
Untuk bisa bersaing secara kompetitif, tim 'Kuda Jingkrak' masih harus melakukan banyak perbaikan. Soal bahan bakar, Shell selaku sponsor utama mereka memberikan isyarat untuk memberikan bantuan.
Shell tengah berupaya untuk menciptakan formula bahan bakar yang bisa menciptakan energi maksimal. Apalagi, ada perubahan peraturan teknis dari mesin 2.4-litre V8 menjadi 1.6-litre V6 yang digabungkan dengan sistem pemilihan energi turbocharged, yang tentunya memiliki daya konsumsi bahan bakar dan pelumas yang sangat berbeda.
Shell Trackside and Logistic Manager Ian Albiston menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan sebuah produk baru dan khusus untuk Ferrari terkait adanya sejumlah perubahan signifikan pada musim balap tahun ini.
"Dengan disertakannya turbocharger, ini akan memberi daya perlindungan, pendinginan, dan daya tahan yang bahkan lebih besar pada oli mesin tanpa mengorbankan kualitas performa," kata Ian pada acara Shell V-Power di Kuala Lumpur, akhir pekan kemarin.
Ian yang khusus mengurusi F1 ini, menegaskan bahwa manajemen energi akan menjadi faktor penting yang meningkatkan performa. Kondisi yang demikian menjadi tantangan bagi Shell untuk memberi satu keuntungan buat Ferrari dengan menargetkan peningkatan efisiensi pelumas.
(brn/cas)











































