Rosberg dan Hamilton Berduel dengan Respek

Rosberg dan Hamilton Berduel dengan Respek

- Sport
Senin, 07 Apr 2014 07:25 WIB
Rosberg dan Hamilton Berduel dengan Respek
PATRICK BAZ/AFP/Getty Images
Sakhir - Niko Rosberg dan Lewis Hamilton menunjukkan tontonan seru saat keduanya berulang kali saling susul di GP Bahrain. Rosberg tak khawatir duelnya akan berakhir dengan kecelakaan, apalagi memang tak ada aturan team order dari Mercedes.

Dua pebalap satu tim bertarung sengit, saling susul dan berkali-kali terlibat aksi wheel to wheel sangat jarang terjadi dalam beberapa musim belakangan. Namun Rosberg dan Hamilton mematahkan tabu tersebut dalam race di GP Bahrain, Minggu (6/4/2014) malam WIB.

Aksi saling susul antara keduanya sudah dimulai sejak tikungan pertama lap pertama, saat hamilton mengambil alih posisi terdepan dari tangan Rosberg - yang dapat pole position. Secara keseluruhan Hamilton dominan di posisi terdepan, tapi dia meraihnya dengan susah payak karena Rosberg terus memberi tekanan sepanjang 57 lap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paling tidak mereka sembilan kali saling salip. Bahkan saat menyentuh garis finis jarak mereka berdua hanya 1,085 detik, paling rapat dari dua balapan lain yang sudah digelar musim ini.

Kondisi itu bukan sesuatu yang umum terjadi, terlebih beberapa tim lebih senang menerapkan team order dengan menjadikan salah satu pebalap sebagai prioritas dibanding pebalap yang lain. Hal lainnya, duel seperti itu berpotensi memunculkan kerugian besar jika kedua mobil bersenggolan dan bisa sama-sama menyandang status DNF alias tidak finis.

"Saya sepenuhnya sadar terhadap apa yang dunia sebut sebagai tem order, tapi bukan itu masalahnya. Pesannya cuma 'guys, pastikan kalian berdua membawa mobil sampai garis finis'. Jadi pesannya (dari tim) jelas," sahut Rosberg usai balapan.

"Kami membalap, tapi dengan rasa hormat, kami bebas untuk membalap dan terus bersaing. Tidak ada momen di mana mobil terancam out. Mungkin tidak terlihat di televisi, tapi itu balapan yang ketat dan seru," lanjut dia di Autosport.

Duel Rosberg dan Hamilton menjadi semacam ulangan atas rivalitas mereka yang sudah terbangun sejak masih anak-anak. Keduanya pernah bersaing di balapan karting, sementara di ajang GP2 Rosberg (2005) dan Hamilton (2006) bergantian jadi juara dunia, meski tidak saling berkompetisi.

"Saya pikir saya sembilan kali membalapnya, tapi dia selalu bisa kembali mengambil posisi itu. Dia melakukan pekerjaan dengan baik. Lewis pebalap yang hebat, dan dia berhasil, lain kali saya harus berusaha lebih baik lagi," tuntas pebalap asal Jerman itu.

(din/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads