Ferrari, yang diperkuat oleh Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen, sudah mengawali musim ini dengan hasil-hasil yang mengecewakan. Di tiga seri awal Alonso cuma dua kali finis di posisi empat dan sekali di peringkat sembilan, sedangkan Raikkonen finis di posisi tujuh, 12, dan 10.
Walhasil 'Kuda Jingkrak' saat ini masih terpaku di peringkat lima klasemen konstruktor dengan 33 poin, di bawah Red Bull (35), McLaren (43), Force India (44), dan Mercedes (111). Hasil tak oke itu pun turut membuat Stefano Domenicali harus mundur dari posisinya sebagai tim prinsipal Ferrari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah amat sibuk sejak balapan GP Bahrain karena kami telah mengecek seluruh area performa mobil, mulai dari power unit sampai konfigurasi suspensi dan peningkatan aerodinamika," ungkap Fry sebelum GP China, seperti dilansir ESPN.
"Kami tentu saja bekerja sekeras yang kami bisa untuk memangkas jarak dengan tim-tim teratas, di mana Mercedes kini punya keunggulan cukup nyaman dengan tim-tim lain. Kami tahu apa yang mesti kami lakukan. Kami berusaha 100%, tapi butuh waktu," bebernya.
Dalam usaha tersebut, lanjut Fry, tujuan Ferrari untuk saat ini belum untuk menyalip Mercedes melainkan baru sekadar mendekatinya saja. Namun, ia tentu juga berharap pada akhirnya kemajuan dari Ferrari akan bisa menandingi Mercedes.
"Saat ini prioritas kami adalah menjadi tim terbaik kedua. Kami sedang mencermati seluruh area mobil--power unit, aero, suspensi. Kami akan berusaha membuat langkah kemajuan sebesar yang kami bisa di setiap balapan," tegas Fry.
(krs/mfi)










































