Raikkonen, 34 tahun, mengawali kariernya di balapan 'jet darat' ini pada 2001 bersama Sauber. Pebalap berkebangsaan Finlandia itu mengakhiri musim cukup lumayan, dengan finis kesepuluh.
Pebalap berkebangsaan Finlandia mulai meroket setelah pindah ke McLaren. Selama lima musim bergabung, Raikkonen dua kali finis runner-up sebelum akhirnya memperoleh titel juara dunia bersama Ferrari pada 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kanada, Raikkonen pernah menjuarai balapan ini pada 2006 silam dan ia berharap momen spesialnya ini akan ditandai dengan hasil yang oke.
"Aku sudah diberi tahu bahwa GP Kanada akhir pekan ini akan menjadi balapan ke-200 ku di F1, yang menunjukkan betapa waktu berlalu dengan cepat," kata Raikkonen di Crash.
"Terlepas dari balapan ke-200 ku, aku di sini tidak hanya menginginkan angkanya tapi mendapatkan sebauh hasil bagus di Montreal yang akan memberi kami sebuah alasan yang lebih baik untuk melakukan perayaan."
"GP Kanada adalah salah satu yang paling menantang di musim ini dan memiliki sebuah lintasan di mana Anda harus memiliki segalanya dalam posisi yang tepat dalam artian settingan mobil," lanjut pria yang pernah menjadi pereli itu.
"Mudah-mudahan, kami bisa memangkas jarak sedikit dan mendapatkan hasil terbaik di musim ini untuk balapan ke-200ku, yang sudah tentu akan menjadi sebuah hal yang hebat untuk seluruh tim," harap Raikkonen.
(rin/mrp)











































