Tantangan Ban dan Suhu Tinggi di GP Jerman

Tantangan Ban dan Suhu Tinggi di GP Jerman

- Sport
Sabtu, 19 Jul 2014 06:58 WIB
Tantangan Ban dan Suhu Tinggi di GP Jerman
Getty Images Sport/Drew Gibson
Hockenheim -

Sesi latihan bebas GP Jerman Jumat (18/7/2014) kemarin berlangsung dalam temperatur tinggi, tingkat degradasi ban pun meningkat drastis. Para pebalap lantas mengungkapkan kekhawatirannya jelang balapan.

Suhu trek Hockenheimring di sesi latihan bebas pertama tercatat mencapai 44 derajat celcius. Suhu ini terus meningkat hingga pada puncaknya mencapai level 58 derajat celcius di FP2.

Dalam kondisi ini, duo Mercedes mampu mencatatkan hasil terbaik. Jika di sesi pertama Nico Rosberg jadi yang tercepat diikuti Lewis Hamilton, maka di sesi kedua posisinya berbalik menjadi Hamilton tercepat diikuti Rosberg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mendapatkan hasil positif di hari pertama, nyatanya Hamilton dan Rosberg punya kekhawatiran tersendiri terkait suhu tinggi tersebut. Andai kondisinya tak berubah sampai balapan pada Minggu (20/7), keduanya yakin para pebalap bakal kesulitan mengatur penggunaan ban. Kian menjadi masalah ketika Pirelli justru menyuplai ban dengan kompon paling lunak.

"Temperaturnya sungguh tinggi, sangat sulit untuk menjaga kondisi ban. Sangat sulit mengatur penggunaannya," kata Hamilton dikutip Autosport.

"Ini mungkin akan jadi salah satu balapan tersulit dalam hal manajemen ban," imbuhnya.

Ditambahkan oleh Rosberg," Bannya jelas sangat sulit, karena tingkat degradasinya tinggi. Ban-bannya terlalu lunak untuk trek ini dan terutama di temperatur seperti ini. Jadi akan membantu jika suhunya lebih dingin pada hari Minggu.

Pebalap McLaren Jenson Button juga memberikan komentarnya. Dia menyebut catatan waktu para pebalap di sesi latihan bebas memang relatif bagus, namun bakal kesulitan saat melakoni balapan karena harus menghemat penggunaan ban.

"Jika melihat daftar catatan waktunya, Anda akan mengatakan bahwa kami tampak bagus. Tapi kami menyadari ini cukup sulit untuk laju jangka panjang," katanya.

"Saya pikir kami membuat bannya terlalu panas karena level traksi yang tinggi. Sungguh sulit mengatur penggunaan ban di temperatur seperti ini dan utamanya sulit untuk memakai ban super lunak bekerja dengan benar tanpa membuatnya overheat," tandas juara dunia tahun 2009 ini.

(raw/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads