Dari tahun 2009-2013, Red Bull jadi 'raja' di ajang 'jet darat' ini. Mereka sulit dikejar lawan-lawannya dan selalu sukses menggondol titel juara dunia pebalap dan konstruktor.
Akan tetapi, situasinya kini berbeda. Tim 'Banteng Merah' cuma lima kali naik podium, termasuk dua kemenangan di paruh pertama musim 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibandingkan dengan kecacatan yang kami punya (dengan mesin), apa yang kami sudah benar-benar kami capai di paruh pertama musim ini luar biasa," kata team principal Red Bull itu kepada Autosport.
"Untuk memenangi dua balapan, start di baris depan, dan naik di beberapa podium adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Semua hal dipertimbangkan," sambung dia.
"Jelas, ini bukan tempat kami tapi tim sudah menunjukkan karakter sejati untuk terus berjuang setelah sebuah pramusim yang mengerikan dan bangkit. Jadi, ada banyak hal positif yang bisa kami ambil di paruh pertama musim ini," imbuh Horner.
Saat ini balap Formula 1 sedang memasuki masa jeda dan akan kembali di seri ke-12 yang digelar di Sirkuit Spa, Belgia pada 24 Agustus.
(rin/cas)











































