Meski meraih pole position, Hamilton sempat tergusur ke posisi empat balapan akibat masalah teknis yang dia alami. Disebutkan kalau Mercedes tunggangannya mengalami kendala pada 'race start mode'.
Namun setelah melewati dua pit stop - dan menyalip Kevin Magnussen di lap 4 serta Felipe Massa pada lap 9 - Hamilton akhirnya bisa kembali menempel Rosberg di posisi terdepan. Posisi pemimpin balapan bisa direbut Hamilton setelah rekan setimnya itu melakukan kesalahan dan mobilnya melebar di chicane Rettifilo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak pernah latihan start dengan kondisi seperti itu sebelumnya, dengan Anda tidak memiliki rangkaian peluncuran. Anda selalu berlatih dengan rangkaian peluncuran itu untuk mengoptimalkan (start). Jadi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya hanya menjalaninya dan berharap yang terbaik," lanjut dia di Crash.
Terkait keberhasilan menyalip Rosberg, Hamilton menyebut dia sendiri yang memiliki inisiatif untuk memberi tekanan pada pebalap asal Jerman itu. Padahal timnya menyarankan menunggu hingga jelang akhir race.
"Hari ini balapan yang sulit. Mereka (tim insinyur) bilang kalau saya harus menunggu (di posisi dua), tapi saya tahu dari pengalaman dan apa yang terjadi tahun ini, saya tahu kalau saya harus terus melaju. Jadi saya memilih rute yang berbeda," ujarnya lagi.
(din/nds)











































