Dalam balapan GP Italia Rosberg kembali harus puas naik podium kedua seperti dalam balapan sebelumnya di GP Belgia. Seperti di balapan lalu itu pula ia di atas podium ia mendapat boo cibiran dari penonton.
"Itu tak menyenangkan, tapi aku harus bisa bilang apa. Aku harap seiring dengan waktu mereka akan memaafkan dan melupakan--itu akan bagus. Aku sudah minta maaf, aku tak bisa melakukan apa-apa lagi. Itu saja," tutur Rosberg di Planet F1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, pada suatu ketika dalam balapan Minggu (7/9/2014) kemarin, Rosberg sempat memimpin balapan tetapi kemudian dilewati Hamilton. Tak sedikit yang menilai bahwa Rosberg terlalu mudah kehilangan posisinya saat itu. Pada prosesnya muncul dugaan bahwa apa yang terjadi di Monza merupakan team order dari Mercedes sekaligus "hukuman" buat Rosberg atas apa yang terjadi di Spa.
Akan tetapi, dugaan itu sudah ditepis oleh Toto Wolff selaku bos motorsport Mercedes. Rosberg pun kini ikut menyanggah adanya kesengajaan dengan menegaskan bahwa dirinya semata memang melakukan kesalahan di Monza.
"Hal itu mungkin terlihat aneh, tapi pada nyatanya terjadi. Aku bisa saja membelok dengan mudah, tapi ada kemungkinan besar banku akan bermasalah setelahnya sehingga aku lalu mesti melakuan dua pitstop dan kehilangan banyak waktu," jelasnya.
"Entahlah, aku cuma mengacaukannya. Aku sudah mendengar teori yang ada, tapi buat apa aku melakukan sesuatu seperti itu dengan sengaja? Tak ada alasan. Jika Anda diminta tim untuk melakukannya maka Anda akan melakukanya, tapi tak ada alasan tim memintaku untuk berganti posisi atau sesuatu seperti itu.
"Satu-satunya alasan yang ada di benak orang merupakan kejadian di Spa, tapi Spa merupakan kesalahan di mana aku juga sudah minta maaf. Itu bukan sesuatu (kesalahan) yang kemudian harus aku ganti. Kesalahan terjadi dan begitulah adanya, sebuah permintaan maaf dan kemudian kita semua lanjut terus," sebut Rosberg.
(krs/raw)











































