Setelah tampil menjadi juara dunia F1 empat musim terakhir, musim ini Vettel malah belum memenangi satu balapan pun dari 13 seri yang sudah dilewati. Dua kali finis ketiga jadi capaian terbaiknya, Vettel pun kini duduk di posisi enam klasemen dengan 106 poin alias ketinggalan 132 poin dari Nico Rosberg (Mercedes) yang bertengger di puncak dengan enam seri sisa.
Ricciardo, yang baru musim ini membela Red Bull setelah sebelumnya berkiprah untuk Toro Rosso, mampu tampil jauh lebih baik. Musim ini Ricciardo menjadi satu-satunya pebalap yang mampu mencuri kemenangan dari para pebalap Mercedes--tiga kemenangan--untuk duduk di posisi tiga klasemen sementara dengan 166 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam balapan terakhir di Monza, Vettel dan Ricciardo memulai balapan di posisi delapan dan sembilan secara berurutan. Lewat beberapa manuver Ricciardo lalu mampu melewati garis finis di posisi lima, lebih baik dari posisi enam milik Vettel--yang juga mampu disalipnya.
"Sebastian senang dengan mobilnya dalam kualifikasi, dan di tahap awal balapan, dan caranya mengemudi dalam posisi defensif amatlah fenomenal. Tapi hasilnya tak bergantung pada kurangnya kecepatan melainkan bagaimana hasil strategi mereka yang berbeda.
"Saya pikir beberapa pergerakan Daniel fantastis. Ia mengemudi dengan keakuratan. Untuk seseorang yang di awal tahun overtaking-nya sempat dipertanyakan, ia kini ada di atas sana bersama yang terbaik. Apakah ia terus mengejutkanku? Tentu saja. Setiap balapan merupakan sebuah kejutan. Startnya buruk, yang mana ia sudah minta maaf, tapi ia lalu bangkit," beber Horner.
(krs/mrp)











































