Tahun Ini GP Australia Catatkan Kerugian Terbesarnya

Tahun Ini GP Australia Catatkan Kerugian Terbesarnya

- Sport
Rabu, 10 Sep 2014 12:50 WIB
Tahun Ini GP Australia Catatkan Kerugian Terbesarnya
Getty Images/Andrew Hone
Melbourne -

Melbourne masih akan menyelenggarakan GP Australia untuk jangka enam tahun ke depan. Padahal pihak penyelenggara baru saja mengumumkan bahwa mereka mencatatkan kerugian terbesar tahun ini.

Seperti dilansir dari Reuters, tahun ini GP Australia merugi sekitar 55 juta dollar AS (59,97 juta dollar Australia), yang disebabkan oleh naiknya harga barang serta keuntungan yang terus menurun.

Padahal di musim 2013 saja, penyelenggara dalam hal ini Victoria selaku ibukota negara bagian Melbourne sudah merugi sekitar 50,7 juta dollar Australia, yang mana artinya tahun ini kerugian naik sekitar lebih dari 19 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu keuntungan dari penjualan turun sekitar 2 juta dollar Australia, namun pihak penyelenggara harus mengeluarkan dana lebih banyak 7,5 juta dollar Australia dari tahun sebelumnya. Demikian dikatakan oleh penanggung jawab event-event umum Victoria, Louise Asher.

Diakui oleh Asher, bahwa Melbourne sudah dalam beberapa tahun terakhir merugi sekitar 50 juta dollar Australia per musimnya setiap menghelat balapan jet darat tersebut. Hal ini kemudian dikritik keras yang menyebut pemerintah kota sudah membuang-buang uang rakyat.

Namun tetap saja kritik itu tak diindahkan karena toh pemerintah kota sudah meneken kontrak baru dengan otoritas F1, untuk tetap menggelar balapan di Melbourne hingga 2020.

"Balapan Formula 1 GP Australia sudah membuka sekitar 351 hingga 411 lapangan pekerjaan dan juga mendatangkan keuntungan sekitar 39 juta dollar Australia, serta pendapatan sekitar 35 juta dollar Australia dari iklan dan sejenisnya," demikian pernyataan resmi dari Asher.

Meski demikian angka-angka tersebut masih dipertanyakan keakuratannya.

Padahal di tahun 2013 lalu, pemerintah kota Victoria juga mengumumkan bahwa penyelenggaraan MotoGP Australia di Phillip Island, juga merugi sekitar 11,27 juta dollar AS, hampir dua kali lipat nilainya dari tahun sebelumya, sekitar 5,9 juta dollar AS.

(mrp/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads