Dari 13 seri balapan yang sudah terlewati musim ini, 10 di antaranya berhasil dimenangi oleh Mercedes. Nico Rosberg, pemuncak klasemen sementara, punya empat kemenangan sedangkan enam kemenangan lain disabet Lewis Hamilton yang kini duduk di posisi dua klasemen.
Persaingan Rosberg dan Hamilton di papan atas klasemen itu sendiri ikut menghadirkan sebuah kisah di GP Belgia. Saat itu sebuah manuver Rosberg membuat Hamilton pada prosesnya harus out dari balapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prost, yang dalam kariernya di F1 juga pernah bersaing langsung dengan rekan setimnya sendiri, menilai bahwa hubungan semacam itu akan sulit dipertahankan dalam jangka waktu lama. Secara singkat, Rosberg dan Hamilton bisa akur tapi Mercedes harus pintar-pintar mengatur.
"Aku pikir itu takkan bertahan selama lima atau enam tahun tapi takkan jadi masalah selama dua atau tiga tahun saja," kata Prost seperti dilansir Planet F1.
"Ini merupakan kerja tim. Anda tak boleh menunjukkan kepada satu pebalap bahwa ia memiliki keuntungan teknologi atau psikologi (daripada rekan setimnya). Jika Anda bisa mempertahankan situasi itu maka Anda bisa menjaga semuanya berjalan lancar untuk waktu yang lama," sebut pria yang pernah menjadi rekan Ayrton Senna di McLaren dan Nigel Mansell di Ferrari itu.
Rosberg sendiri sudah membela Mercedes sejak 2010 usai meninggalkan Williams. Ia belum pernah menuntaskan musim di posisi lima besar--posisi enam jadi capaian terbaiknya.
Sementara Hamilton, yang pernah jadi juara dunia bersama McLaren tahun 2008, baru membela Mercedes sejak awal musim 2013. Musim lalu ia finis di posisi empat klasemen pebalap.
(krs/rin)











































