detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 05 Okt 2014 18:43 WIB

Sutil: Balapan Seharusnya Dihentikan Lebih Awal

- detikSport
Getty Images/Clive Mason
Suzuka -

Seri GP Jepang dihentikan di lap 46 karena kecelakan yang menimpa Jules Bianchi. Driver tim Sauber, Adrian Sutil, menilai bahwa balapan seharusnya dihentikan lebih awal.

Balapan di sirkuit Suzuka, Minggu (5/10/2014) siang WIB, dimenangi oleh Lewis Hamilton. Adu cepat yang sedianya akan berlangsung selama 53 lap itu akhirnya disudahi tujuh lap lebih awal.

Kecelakaan yang dialami oleh Sutil di lap 42 menjadi awalnya. Dia kehilangan kendali mobil, hingga menabrak pembatas.

Saat Sutil tengah dievakuasi, bendera kuning dikibarkan dan crane masuk ke lintasan untuk mengangkat tunggangan driver asal Jerman itu.

Satu lap kemudian, driver tim Marussia, Bianchi, juga mengalami kecelakaan ditempat yang sama. Malang buat pebalap asal Prancis itu, mobilnya menghatam crane.

Ambulans masuk ke lintasan, begitu juga dengan safety car. Pada prosesnya, Bianchi sampai harus segera dibawa menuju rumah sakit memakai helikopter.

Belum ada kabar mengenai kondisi terkini dari Bianchi. Tapi, Sutil menilai safety car seharusnya masuk lebih cepat atau bahkan balapan di akhir lebih cepat.

"Bendera kuning dikibarkan. Saya tergelincir di tikungan ini, ini merupakan salah satu tikungan yang paling tricky dan hujan terus bertambah deras, serta jarak pandang terus menurun," ungka Sutil di Crash.

"Masih dengan kibaran bendera kuning satu lap kemudian, Jules datang serta juga tergelincir, dan itulah yang terjadi. Itu merupakan kecelakaan yang kurang lebih sama, tapi dengan dampak yang sedikit berbeda."

"Di tikungan ini, saya pikir semua orang tahu bahwa ini merupakan salah satu yang paling tricky. Saat itu sudah telambat dan hujan bertambah deras, jika Anda mengalami kecelakaan di sana, Anda mungkin berpikir mengenai safety car."

"Saat safety car masuk, jarak pandangnya bagus, kondisi trek bagus untuk bisa dipakai balapan. Tapi, pada akhirnya hanya sedikit gelap dan mungkin kami harus menghentikan balapan sedikit lebih cepat," imbuhnya.

(cas/roz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com