Sudah lebih dari sepekan sejak Bianchi mengalami insiden di Sirkuit Suzuka, (5/10/2014) silam. Saat itu, pebalap Prancis itu buru-buru dilarikan ke rumah sakit setelah mobilnya meluncur ke luar lintasan dan menghantam crane.
Belakangan diketahui Bianchi mengalami cedera parah di kepalanya dan langsung menjalani operasi. Sejak saat itu, pebalap 25 tahun itu berada dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri. Namun demikian, laporan menyebutkan dia dalam keadaan stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasinya membuat putus asa. Setiap kali telepon berdering, kami tahu itu bisa saja dari rumah sakit yang akan memberitahu bahwa Jules meninggal," ungkap Philippe kepada Gazzetta dello Sport.
Meski demikian, Philippe yakin anaknya punya tekad bertahan yang besar. Dia dan keluarga pun setia menanti sadarnya Bianchi di sisi ranjang.
"Dia tidak akan menyerah, saya yakin itu. Saya bisa melihatnya. Saya yakin. Saya berbicara kepadanya, saya tahu dia bisa mendengar," sambung Philippe.
"Dokternya telah memberitahu saya bahwa ini sudah merupakan keajaiban. Sebelumnya tidak ada yang bertahan setelah mengalami kecelakaan serius semacam ini. Tapi Jules tidak akan menyerah," demikian dia seperti dilansir Telegraph.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Bianchi, para pebalap F1 juga menyempatkan diri melakukan minutes of silence sebelum turun balapan di GP Rusia akhir pekan kemarin.
(raw/krs)










































