Dengan 334 angka dipunya saat ini, Hamilton cuma unggul 17 poin dari Rosberg. Jika situasi ini terjadi tahun lalu, Hamilton dalam posisi aman karena dia cuma harus finis di posisi enam untuk jadi kampiun. Tapi aturan poin ganda di seri pamungkas musim ini membuat kondisinya jadi lebih rumit.
Dikutip dari BBC, secara statistik Hamilton memang masih lebih baik dari rekan setimnya itu. Paling tidak dari hasil 18 balapan yang sudah digelar di musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosberg dua kali menyalip Hamilton saat keduanya dapat posisi start di dua baris terdepan (dengan catatan keduanya berhasil finis). Salah satunya dilakukan Rosberg di Monaco, tempat di mana menyalip jadi aksi yang sangat sulit dan membahayakan.
Sementara Hamilton dua kali menyusul Rosberg di atas lintasan untuk mengantarnya jadi pemenang, sebagai catatan Rosberg tak pernah melakukan hal yang sama. Dua kali di Bahrain dan Spanyol, Rosberg sebenarnya punya mobil lebih cepat tapi dia tetap gagal menyusul rekannya itu.
Berbicara soal nasib buruk, Hamilton 'lebih unggul' karena dia tiga kali gagal finis di Australia, Kanada, dan Belgia. Sementara Rosberg gagal menuntaskan balapan di Inggris dan Singapura.
"Itu sulit. Lewis sudah memenangi 10 balapan - lebih dari Nico. Hamilton punya lebih banyak poin. Hamilton menjalani beberapa drama musim ini yang membuat dia tak bisa mendapat posisi start bagus, karena mobilnya terbakar atau mengalami masalah rem (di kualifikasi). Tapi ada Nico yang mengalahkan Lewis di Kualifikasi. Mungkin Hamilton bisa dinilai sebagai pebalap yang lebih tanguh dalam hal kecepatan."
"Yang kita lihat sepanjang tahun ini adalah pertarungan seimbang antara dua pebalap yang layak jadi juara. Anda akan selalu bisa mengagumi Lewis sebagai pebalap yang lebih bertalenta, lebih cepat dan meraih lebih banyak kemenangan serta punya lebih banyak masalah dengan reliabilitas mobil. Atau Anda mungkin ada di grup Nico dan menganggapnya sebagai pebalap yang lebih cepat dan layak jadi juara dunia," papar Bos Tim Mercedes F1, Toto Wolff.
(din/nds)











































