Pada awal Desember ini FIA sudah merilis kalender sementara untuk musim depan. GP Korea, yang absen pada musim 2014, menjadi salah satu balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Mei meski masih berstatus TBC--menanti konfirmasi.
Masuknya sirkuit Yeongam tersebut sejatinya juga mengejutkan banyak kalangan. Berhembus kabar bahwa masuknya GP Korea itu lebih dikarenakan regulasi mesin--jika ada lebih dari 20 grand prix maka para pebalap diizinkan memakai lima mesin, sebaliknya jika ada 20 balapan atau kurang maka cuma empat mesin saja yang dapat dipergunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya kami tak mendapat pemberitahuan apa-apa," kata salah seorang pihak penyelenggara GP Korea kepada AFP yang dikutip Planet F1.
"FIA langsung mengumumkannya saja meskipun kami sudah menyampaikan posisi kami mengenai kesulitan menggelar balapan tahun depan. Kami mesti mempertimbangkan pandangan negatif banyak orang mengenai besarnya biaya penyelenggaraan.
"Negosiasi sudah dilakukan untuk merevisi kontrak dalam usaha mengurangi beban finansial, tapi sejauh ini hal itu belum mendapatkan hasil," bebernya.
(krs/nds)











































