Rivalitas itu sempat membuat hubungan Hamilton dan Rosberg memanas. Di GP Hongaria misalnya, Hamilton tidak mengacuhkan team order supaya dilewati Rosberg. Yang lebih buruk terjadi di Belgia ketika Rosberg membuat ban Hamilton bocor sehingga mesti retired.
Pada akhirnya, Hamilton yang memenangi pertarungan itu dengan tampil sebagai juara dunia usai memenangi GP Abu Dhabi. Rosberg finis runner-up dengan selisih 67 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku memiliki waktu yang menarik dengan Nico sepanjang tahun ini," ucap Hamilton kepad Autosport. "Aku bertemu Nico pada 1997, ketika kami masih menjalani balapan karting di Italia."
"Dia adalah bocah yang kompetitif di sana, membalap dengan tim top CRG, sementara aku membalap bersama Top Kart. Kami balapan dengan luar biasa -- kami jelas berteman dengan lebih baik ketika itu."
"Tadinya adalah pertarungan yang intens dengan seorang rekan setim yang memiliki mobil persis dengan Anda, yang duduk berlawan dengan Anda; aku berharap Anda akan melihat mind games itu lagi," ucap juara dunia dua kali ini.
"Nico adalah kompetitor yang hebat -- aku menantikan bersaing lagi dengan dia di musim depan."
(rin/mfi)











































