Ada Apa dengan Kimi Raikkonen?
Rabu, 26 Jan 2005 16:08 WIB
Jakarta - Tingkahnya akhir-akhir ini menimbulkan kontroversi. Kasus terakhirnya membuat fansnya terbelalak seakan-akan tidak percaya. Ada apa dengan Kimi Raikkonen?Saat membuka situs pribadinya akan muncul sapaan hangat dari seorang Kimi. Ucapan terima kasih atas dukungan penggemarnya selama ini diutarakannya dengan begitu manis. Tekad pemuda Finlandia ini untuk balapan musim depan pun diungkapkannya. Namun siapa yang menyangka bahwa Kimi tidak semanis itu. Di balik itu semua dirinya ternyata menyimpan jiwa muda tetap bisa meledak kapan saja.Kasus terakhir terjadi ketika Raikkonen membuat ulah di sebuah bar di London. Ia menghambur-hamburkan seratusan juta rupiah hanya untuk mabuk-mabukan dan melihat tarian erotis. Selain itu aksi seronoknya juga mengakibatkan dia harus ditendang keluar oleh pemilik bar. Hal ini tentu saja mengagetkan semua orang. Bukan saja pengunjung bar itu, tapi juga penggemarnya di seluruh dunia.Ini bukannya ulah kontroversial Raikkonen yang pertama. Akhir Desember tahun lalu dirinya juga kepergok pingsan di tengah jalan setelah menghabiskan semalam suntuk di Gran Cannaria, Spanyol. Kasusnya pun sama: mabuk berat.Apa yang terjadi dengan Raikkonen? Kenapa Raikkonen yang berwajah manis itu ternyata liar juga? Mengapa ia mulai tak sedingin julukannya ("Si Manusia Es")? Inikah pembalap yang diharapkan bakal jadi bintang Formula 1 pasca Michael Schumacher?Well, barangkali urusan moral tak selalu berbanding lurus dengan prestasi di lapangan. Diego Maradona misalnya. Tak ada yang bisa membantah kejeniusannya saat mengolah bola di lapangan hijau. Tapi di luaran, tak ada yang tidak geleng-geleng kepala dengan perangainya.Tapi moral juga dekat dengan citra. Dalam dua musim ini Kimi dicitrakan McLaren sebagai calon juara dunia jika Schumacher telah pensiun. Pencitraan tersebut memang bukan tanpa alasan karena di atas trek Kimi punya kemampuan yang sangat hebat. MP4-20 pun sudah disiapkan untuk menunjang ambisinya mencetak prestasi tinggi.Namun bila pemuda 25 tahun yang memulai karirnya di ajang karting ini tak mampu mengendalikan perangainya, bisa-bisa hal tersebut berdampak buruk termasuk pada citra timnya. Ron Denis mungkin akan berpikir akankah jet daratnya dikemudikan seorang alkoholik? (a2s/)











































