Ferrari Diminta Enyahkan Team Order

Ferrari Diminta Enyahkan Team Order

- Sport
Rabu, 02 Feb 2005 13:21 WIB
Jakarta - Supremasi Michael Schumacher di Formula 1 harus diakui tidak lepas dari strategi team order. Namun mungkinkah tanpa strategi tersebut Schumi dan Ferrari bisa jaya?Kebijakan Ferrari sudah jelas, Schumi dulu baru Rubens Barrichello. Tidak jarang Barrichello harus "berkorban" untuk ikut melancarkan langkah Schumi.GP Austria 2002 menjadi saksi bahwa team order jelas merusak nilai-nilai sportifitas olahraga. Ketika itu Barrichello "dipaksa" memelankan laju mobilnya persis menjelang garis finis, agar Schumi yang berada di belakangnya finis terlebih dahulu. Padahal saat itu Schumi memimpin 27 poin dari pembalap lainnya.Insiden memalukan ini diakui atau tidak, mencoreng kehormatan tujuh gelar juara dunia yang diraihnya. Menjelang musim tahun ini, himbauan kepada tim-tim Formula 1 untuk tidak menggunakan team order kembali dihembuskan. Salah satu tim yang berbicara lantang ialah Renault.Bos tim Renault, Flavio Briatore menganggap Ferrari bisa akan mengembalikan daya tarik F1 jika tidak lagi menggunakan team order."Menurut saya Ferrari satu hal yang tidak dimiliki Ferrari adalah kompetisi antara pembalapnya. Ketika McLaren dalam masa jayanya, Anda melihat Senna dan Prost bersaing. Persaingan yang sehat antara rekan satu tim akan memberikan dampak yang baik bagi olahraga ini," ujarnya, seperti dilansir BBC, Selasa (1/2/2005).Sebenarnya strategi tim order tidak hanya digunakan oleh Ferrari, tetapi juga oleh tim lain. Namun harus diakui bahwa saat ini segala tindakan Ferrari akan memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan tim lain. Jadi sangat wajar jika orang lain beranggapan bahwa, jika Ferrari tidak melakukan tim order maka Formula 1 akan kembali mendapat tempat yang lebih besar di hati pecinta olahraga. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads