Sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Ferrari Sebastian Vettel rupanya sempat ragu-ragu. Ia baru mengambil keputusan setelah mendapat dua telepon personal Chairman Ferrari Sergio Marchionne dan Sabine Kehm yang merupakan manajer Michael Schumacher.
Setelah enam tahun yang membuahkan empat gelar juara dunia di Red Bull, Vettel menyibak bab baru dalam kariernya setelah memutuskan bergabung dengan Scuderia Ferrari untuk musim 2015.
Pendekatan Prancing Horse terhadap Vettel rupanya mulai dilakukan setelah Fernando Alonso memberitahu tim itu bahwa ia akan hengkang saat musim 2014 tuntas--dengan Alonso pada prosesnya bergabung dengan McLaren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya tim prinsipal tak pernah terlibat dalam keputusan pebalap. Mengenai Vettel, kami memulai setelah sekitar balapan di Sochi (Oktober) Fernando memberitahu secara resmi akan meninggalkan tim dan nama Vettel berseliweran, tapi situasinya belum jelas. Saya menelepon seseorang yang saya kenal dan ia (Vettel) kenal dengan amat baik--Sabine Kehm, manajer Michael," ungkap Arrivabene di Crash.
"Sabine menelepon Sebastian. Masih ragu, ia saat itu bertanya, 'bagaimana dengan Ferrari, aku tak kenal tim itu dengan baik'. Sabine menjelaskan atmosfer yang ia temui saat Michael ada di sini dan bilang ini adalah sebuah tim bagus, seperti sebuah keluarga, dan Seb mendengarkannya," tuturnya.
Pun demikian, Arrivabene mengungkap bahwa pada akhirnya telepon dari Marchionne-lah yang menjadi penentu di balik keputusan Vettel bergabung ke 'Kuda Jingkrak'.
"Setelah itu telepon yang kemudian benar-benar menjadi penentu adalah dari Sergio Marchionne. Tanpa telepon itu Sebastian mungkin takkan bersama dengan kami saat ini. Itu kenyataannya," sebut Arrivabene.
(krs/roz)











































