Libatkan Pembalap India, Langkah Besar F1

Libatkan Pembalap India, Langkah Besar F1

- Sport
Jumat, 04 Feb 2005 13:52 WIB
Jakarta - Bergabungnya pembalap asal India, Narain Karthikeyan dengan tim Jordan merupakan langkah besar Formula 1. Mungkin persaingan tidak berubah, namun yang pasti F1 akan lebih mendunia.Meski tidak mustahil, namun sangat sulit mengharapkan Narain akan memberikan perlawanan yang berarti bagi juara dunia tujuh kali Michael Schumacher. Tetapi bukan itu pengaruh besar di balik bergabungnya Narain di F1, melainkan pemanfaatan pasar yang potensial.Tahun lalu Cina melakukan gebrakan dengan menggelar seri Formula 1. Hal ini bisa terwujud berkat kerjasama pemerintah Cina dengan FOM (Formula One Management). Tidak kurang dari 300 juta euro (Rp 3,4 triliun) di belanjakan pemerintah Cina untuk membangun sirkuit yang memiliki fasilitas terbaik saat ini. Di samping itu pemerintah Cina juga membuat "penyesuaian" dengan mengijinkan iklan rokok di F1, padahal Cina memiliki perundang-undangan yang melarang iklan rokok.Masuknya Formula 1 ternyata mendapat sambutan yang sangat besar dari masyarakat Cina. Toko-toko yang menjual pernak-pernik F1 mulai menjamur, belum lagi "Taman Formula 1" yang kini sedang dibangun pemerintah sebagai pusat hiburan keluarga. F1 tinggal menunggu waktu di kenal masyarakat Cina layaknya olahraga sepakbola.Kini India yang merupakan negara berpenduduk terbesar ke dua di dunia dengan 800 juta jiwa, juga akan menuju langkah yang sama dengan Cina. Media nasional India tentu akan mengeksploitasi Narain sebagai "Pahlawan India" di dunia olahraga. Lambat-laun atau mungkin juga cepat akan semakin banyak warga India yang mengikuti F1 dan selanjutnya berkembang menjadi olahraga yang "merakyat" selain kriket.Selain Cina, F1 juga sudah merambah dunia Timur Tengah dengan Bahrain sebagai perwakilannya. Sementara musim ini Turki juga dipastikan akan menggelar seri F1. Jelas ini pertanda F1 semakin dikenal seluruh dunia.Sisi lain yang bisa dipelajari dari bergabungnya Narain ialah peran sponsor lokal. Bergabungnya Narain dengan tim Jordan tidak lepas dari peran kelompok usaha terbesar kedua India, Tata Corporations dan juga perusahaan minyak India Bharat Petrolium Corporation Limited (BPCL).Kedua perusahaan nasional India itu menjadi sponsor Jordan untuk memuluskan langkah Narain menjadi pembalap F1. Dengan perencanaan bisnis yang matang, misi nasionalisme juga ikut di usung. Masuknya Narain ke F1 diharapkan mampu menaikkan nilai promosinya yang akan menguntungkan perusahaan, namun disamping itu India pun semakin dikenal dunia tidak hanya sebagai salah satu negara termiskin dan korup, tetapi juga sebagai negara berprestasi.Beberapa tahun lalu Malaysia juga melakukan hal yang serupa terhadap pembalapnya, Alex Young. Dengan sponsor utama Petronas, Young mampu menembus arena Formula 1 bersama Minardi. Dan yang terakhir ialah pembalap Israel, Chanoch Nissany yang juga bergabung dengan tim Minardi meski hanya sebagai test driver.Jika kita kembali ke tanah air, Indonesia juga memiliki pembalap potensial seperti Ananda Mikola. Kalau belum memungkinkan tejun ke dunia F1, jika ada perhatian serius dan pemerintah dan perusahaan nasional setidaknya karir Mikola di F3000 bisa terus berkembang. Mengenai semangat nasionalisme, mungkin tidak perlu kita pertanyakan. Buktinya Mikola bersedia membela Indonesia di ajang Formula 3 Asia Oktober tahun lalu, yang kelasnya jelas di bawah F3000. Mungkin pertanyaan yang tepat ialah, adakah kemauan pemerintah agar namanya diharumkan lewat dunia olahraga? (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads