Red Bull Diluncurkan, Bisa Apa?

Red Bull Diluncurkan, Bisa Apa?

- Sport
Selasa, 08 Feb 2005 02:26 WIB
Jakarta - Musim lalu Jaguar hanya mampu meraup 10 poin. Musim ini Jaguar berganti nama menjadi Red Bull Racing Team dan merekrut pembalap veteran David Coulthard.Hari Senin (7/2/2005) kemarin di sirkuit Jerez, Spanyol, tim ini memperkenalkan RB1 yang akan dipakai bersaing dengan sembilan mobil dari tim lain. Coulthard pun berkesempatan menaiki tunggangan anyarnya itu selama beberapa putaran.Dari tampilan luar tak ada lagi sisa-sisa identitas Jaguar pada jet darat ini. Jika Jaguar dikenal sebagai tim hijau, maka RB1 mengenakan "baju" berwarna biru tua dengan gambar banteng merah sebagai simbol dari Red Bull, sebuah produk soft drink milik konglomerat Austria Dietrich Mateschitz.Red Bull membeli tim ini dari Ford pada November lalu tapi tetap menggaet Cosworth sebagai penyuplai mesin mobil mereka. Secara umum RB1 merupakan pengembangan dari Jaguar R5 musim lalu dengan mesin TJ2005 V10 silinder. Yang lumayan atraktif adalah bagian sayap depan yang berombak dan bodi samping yang kecil melengkung.Lalu, apa target yang hendak dicapai Red Bull musim ini? Tentu tidak ada ambisi muluk-muluk karena bagaimanapun persiapan mereka tergolong cepat. "Kami ingin meringankan bobot kami dan merebut setiap kesempatan yang datang. Tapi saya mewarisi mobil dan mesin dari manajemen sebelumnya dan tahun ini kami sedang meletakkan fondasi dan sebuah struktur untuk masa depan," tandas bos tim ini, Christian Horner."Power mesin ini terlihat cukup baik. Reliabilitas akan jadi kunci musim ini. Kami akan punya sebuah langkah maju di sektor mesin pada pertengahan tahun ini. Tapi kami akan menghadapi lawan-lawan yang besar dan kesulitan yang hebat."Sementara itu Coulthard, yang direkrut pada bulan Desember, mengungkapkan antusiasmenya membela tim baru ini. Bisa meraih kemenangan bersama Red Bull mungkin jauh panggang dari api, tapi harapan tetaplah harus hidup."Selama beberapa tahun tak ada yang memperhatikan BAR dengan serius.Tapi mereka tiba-tiba mereka tampil sebagai salah satu tim terkuat dan finish di urutan kedua klasemen konstruktor musim lalu," demikian analogi pembalap Skotlandia yang sebelumnya memperkuat McLaren selama sembilan musim.Coulthard masih menunggu partner karena Red Bull masih menimbang-nimbang apakah memilih Christian Klien (Austria) atau Vitantonio Liuzzi (Italia). Diharapkan akhir bulan ini mereka akan menentukan pilihan tersebut. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads