Mesin Dibatasi, Tenaga Berkurang

Jelang GP Formula 1 2005

Mesin Dibatasi, Tenaga Berkurang

- Sport
Selasa, 08 Feb 2005 14:59 WIB
Jakarta - Tahun ini FIA kembali membatasi penggunaan mesin. Jika sebelumnya mesin dipakai untuk dua seri, kini minimal untuk tiga seri. Mobil pun tidak lagi bisa digeber seenaknya.FIA tidak hanya memikirkan cara untuk mereduksi pengeluaran tim, tetapi juga kecepatan mobil. Kecelakaan fatal yang dialami Ralf Schumacher musim lalu, membuat F1 semakin serius untuk memikirkan keselamatan pembalap.Mesin yang akan digunakan tiap balapan, harus sama dengan yang digunakan dua seri sebelumnya. Artinya mesin harus mampu bertahan dalam jarak sekitar 1500km (hampir 1000 mil).Aturan ini memaksa pabrikan mesin untuk memperhitungkan daya tahan mesin. Kaitannya yaitu penggunaan material mesin yang memiliki reliability yang tinggi. Tentu saja tetap mempertimbangkan bobot yang tidak terlalu berat.Meskipun demikian tetap saja kuncinya ada pada mekanik dan pembalap. Setingan mobil yang maksimal memang bisa bermacu mobil lebih cepat. Tetapi permasalahannya, jika mobil terus dipacu maksimal sangat beresiko dengan ketahanan mesin. Artinya mekanik dan pembalap harus mengejar titik optimal, bukan maksimal.Jika mengganti mesin sebelum kualifikasi, maka pembalap akan dikenakan hukuman start turun sepuluh peringkat dari hasil kualifikasinya. Namun jika pergantian mesin dilakukan setelah kualifikasi, maka harus start dari urutan paling buncit. Pengecualian diberikan jika pembalap gagal finis, untuk seri berikutnya boleh menggunakan mesin baru tanpa dikenakan hukuman.Untuk tim-tim "unggulan" seperti Ferrari, McLaren, Williams, BAR, dan Renault, aturan ini menjadi salah satu tantangan serius. Jika salah perhitungan, akan mengakibatkan kehilangan posisi start yang tentunya menghambat usaha untuk mendulang poin. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads