Setelah sedemikian dominan, Mercedes kemudian dikejutkan dengan kemenangan Ferrari di Malaysia. Hasil itu membuat Mercedes tersentak meskipun mereka diyakini akan merespons dengan cara tepat.
Mercedes memulai musim ini dengan kemenangan amat mulus di Australia. Lewis Hamilton sang pemenang memang tidak terpaut jauh-jauh amat dari Nico Rosberg di posisi dua, tetapi ia mampu mencatat jarak nyaris 35 detik dari Sebastian Vettel (Ferrari) di posisi tiga.
Akan tetapi, di balapan berikutnya Hamilton dan Rosberg harus puas finis di posisi dua dan tiga karena podium tertinggi dalam balapan di Sepang direnggut oleh Vettel. Dalam 21 balapan terakhir, itu baru kali keempat Mercedes tak memenangi balapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wajar saja dalam olahraga ketika hal semacam ini terjadi dan Anda tidak memenangi setiap balapan, belnya akan berbunyi. Bunyi belnya akan amat keras, dan kami semua akan mendengarnya dan kami bakal bereaksi, yang merupakan hal normal," kata Lauda di Crash.
"Apa pun juga saat itu kami berada di posisi dua dan tiga, dan kami memenangi balapan sebelumnya, jadi dunia belum berakhir setelah satu kemenangan Vettel. Tapi mereka (Ferrari) memang jelas lebih baik," lanjutnya.
(krs/mfi)











































