Juara dunia F1 sebanyak empat kali itu meraih kemenangan pada GP Malaysia lalu, yang juga merupakan kemenangan pertamanya bersama Ferrari yang baru ia bela pada musim ini.
Kemenangan di Sepang juga membuat Vettel mengakhiri masa pacekliknya setelah sebelumnya meraih kemenangan terakhir bersama Red Bull pada balapan penutup musim 2013 yakni GP Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vettel sendiri mengaku sebenarnya tidak terlalu ngeh dengan seberapa dekat ia dengan jumlah torehan Senna. Namun, ia mengakui bahwa pebalap F1 di era masa kini akan lebih mudah untuk meraih jumlah kemenangan seiring dengan bertambahnya kuantitas balapan dalam semusim.
"Aku tahu angka jumlah Michael, tapi itu terlalu jauh," ujar Vettel seraya tersenyum kecil, seperti dilansir Crash.
"Aku pikir itu (bisa mendekati Senna) amatlah spesial. Butuh waktu buatku untuk sampai ke jumlah 40 dan semoga yang berikutnya tidak akan berselang jauh, tapi sudah pasti itu akan berarti banyak buat pebalap mana saja. Itu mengapa aku pikir statistik dalam hal ini cukup menyenangkan, (tapi) aku pikir tidaklah adil untuk pebalap dari era masa lalu karena saat ini kami memiliki balapan lebih banyak."
"Jika Anda melihat musim-musim lampau, mereka cuma punya sepuluh balapan dan kemudian sekitar 13, 14, 15, dan mungkin cuma dalam 10 tahun terakhir saja jadi ada sekitar 20 balapan dalam semusim, yang tentu meningkatkan peluang menang lebih banyak," kata Vettel.
(krs/roz)











































