Jelang GP Formula 1 2005
Aerodinamik Tak Lagi Menarik
Jumat, 11 Feb 2005 14:03 WIB
Jakarta - Tahun lalu aerodinamik masih dinilai sebagai faktor yang sangat penting, buktinya tim Williams berani tampil dengan "moncong hiu"nya. Namun aturan baru tahun ini membuat persaingan desain aerodinamik kurang menarik.Beberapa tim yang sudah meluncurkan mobilnya seperti Williams dengan BMW FW26, Toyota TF105, McLaren MP4-20, atau Renault R25 untuk tahun ini, tidak satupun yang melakukan perubahan frontal dengan desain aerodinamik. Bahkan tim Williams mengakui desain tahun lalu sebagai kesalahan fatal, dan kini model hidung dan sayap depan yang konvensional kembali dipergunakan.Kurangnya persaingan di desain aerodinamik lebih karena beberapa perubahan mendasar yang dibuat FIA tahun ini. Bagian yang paling banyak mengalami perubahan yakni sayap depan dan hidung mobil, serta sayap belakang.Untuk sayap depan dan hidung mobil, posisinya diharuskan lebih tinggi 50mm dari tahun lalu. Ini merupakan perubahan kedua berturut-turut karena tahun lalu perubahan yang sama juga diberlakukan. Sementara itu sayap belakang dimajukan lebih merapat ke ban.Dengan ditambahnya ketinggan sayap, maka pengaruh yang terbesar ialah mobil tidak lagi memperoleh downforce yang optimal. Padahal faktor downforce sangat mempengaruhi daya cengkram ban dengan permukaan lintasan. Bisa dipastikan mobil F2004 Ferrari yang tetap digunakan untuk musim ini, tidak akan secepat tahun lalu.Ferrari lebih memilih menunggu hingga pertengahan musim untuk meluncurkan mobil F2005nya. Jika melihat pengaruh yang diakibatkan pada perubahan aturan FIA ini, keputusan tim "Kuda Jingkrak" ini sepertinya cukup tepat. Dengan kemampuan mobil F2004 yang tahun lalu terbukti lebih unggul, Ferrari masih bisa berharap banyak. Sementara kesempatan selama 9 seri tentu akan sangat memungkinkan bagi Ferrari untuk menyempurnakan mobil F2005, sehingga saat menggunakan mobil baru penampilannya jauh lebih stabil. (lom/)











































