Selama empat musim berturut-turut pada 2010-13, Red Bull mendominasi lintasan balap F1 dengan senantiasa berjaya baik di klasemen konstruktor maupun di klasemen pebalap bersama Sebastian Vettel.
Musim lalu sinar Red Bull memang sudah jauh meredup seiring dengan mencuatnya Mercedes. Namun, saat itu Red Bull setidaknya masih mampu menjadi satu-satunya tim yang berhasil mencuri kemenangan dari Mercedes--berkat tiga podium teratas Daniel Ricciardo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Ferrari sudah berhasil menyudahi puasa kemenangan dalam 30 balapan berkat kemenangan Vettel pada GP Malaysia. Vettel ikut mengantar dua podium lain untuk The Prancing Horse, sedangkan Kimi Raikkonen sudah dua kali finis di posisi empat.
Apa yang diperlihatkan Ferrari membuat tim yang bermarkas di Maranello tersebut kini digadang-gadang sebagai penantang utama Mercedes, menggantikan Red Bull dan Williams. Namun, Red Bull rupanya juga ikut terimbas secara positif akibat performa Ferrari.
"Seperti yang telah diperlihatkan Ferrari, keadaan bisa berubah dengan cepat setelah Anda memiliki tujuan dan fokus yang jelas," tutur Prinsipal Tim Red Bull Christian Horner di Autosport.
(krs/din)











































