Podium-podium dari empat balapan di awal musim ini sudah silih-berganti dinaiki oleh pebalap Mercedes dan Ferrari. Papan klasemen, baik pebalap maupun konstruktor, pun ditempati oleh kedua kubu tersebut.
Lalu di mana Red Bull yang pernah menyabet empat gelar juara dunia beruntun? Kampiun 2010, 2011, 2012, 2013 tersebut bahkan belum bisa membantu dua pebalapnya, Daniel Ricciardo dan Daniil Kvyat, finis lebih baik dari posisi enam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara realistis, cuma saat akhir musim kami akan bisa memiliki besaran horsepower seperti Mercedes dan Ferrari," kata Marko kepada suratkabar Wirtschaftsblatt dan dikutip Motorsport.
"Kami sudah membuat segala usaha untuk menyusun sasis terbaik. Tapi olahraga otomotif tanpa mesin itu sulit," lanjutnya.
Marko juga menambahkan bahwa sebelum Renault, pemasok mesin timnya, bisa menggenjot performa terlebih dulu mereka harus mencari akar masalah dari problem reliabilitas yang beberapa kali muncul.
"Untuk balapan berikutnya, penting buat kami untuk mencapai tingkat reliabilitas tertentu. Baru setelah itulah Anda bisa memikirkan bagaimana laju kendalinya dan akhirnya tenaganya," tutur Marko.
(krs/fem)











































