GPWC Tetap Akan Berjalan

GPWC Tetap Akan Berjalan

- Sport
Rabu, 16 Feb 2005 16:16 WIB
Jakarta - Aksi Bernie Ecclestone dengan Concorde Agreement-nya yang sukses menahan Ferrari agar tetap di Formula 1 tidak menggetarkan GPWC. Kompetisi saingan F1 ini tetap akan digelar.Tiga pionir Grand Prix World Championship (GPWC) yang tersisa (setelah ditinggal Ferrari) yakni Renault, BMW Williams dan Daimler Chrysler (Mercedes) bersikukuh akan terus meyakinkan tim-tim lainnya untuk beralih ke kompetisi tandingan itu. Dengan adanya blueprint GPWC yang bakal diumumkan pada Rabu (16/2) waktu setempat, mereka optimis rekan lainnya bisa bergabung di musim 2008."GPWC akan mempresentasikan struktur yang memperlihatkan bagaimana jadinya sport ini jika anda tak punya komersial kontrol oleh tiga bank dan dana keluarga," ujar seorang juru bicara GPWC seperti dilansir Eurosport. Seperti diketahui saat ini 75 persen saham perusahaan SLEC yang mengontrol hak komersial F1 dikuasai Bayerische Landesbank, JP Morgan dan Lehman Brothers. Dan sisa 25 persen dimiliki dana perwalian keluarga Bambino Holdings, di mana Ecclestone berperan sebagai pimpinan eksekutif.Para bank itu melegalkan usaha Ecclestone yang melobi para tim dengan Concorde Agreement diperbarui agar tim-tim tersebut tidak tertarik untuk pindah dari F1.Aksi Ecclestone cukup sukses, terbukti dengan hengkangnya Ferrari dari GPWC. Padahal tim Kuda Jingkrak itu yang paling sering buka suara tentang ketidakpuasaan kinerja Ecclestone, khususnya untuk pembagian keuntungan. Ecclestone dikabarkan memberi kompensasi US$ 100 juta untuk Ferrari agar tetap di F1.Isu tak sampai di situ, Ecclestone disinyalir telah mempersiapkan dana sekitar US$ 3 miliar untuk usahanya memperbarui Concorde Agreement perjanjian yang mengatur sisi komersial yang akan berakhir tahun 2007. Kebanyakan orang dalam F1 tampaknya memang mengharapkan langkah Ecclestone. Bos Minardi Paul Stoddart menyakini usaha itu baik dilakukan guna mencegah perpisahan yang membawa dampak buruk. Namun ia juga yakin hal itu tentu harus dilalui dengan argumen."Dalam hidup anda harus selalu mendengar. Jadi kami ikuti saja pertemuannya dan mendengar. Tak perlu membuat keputusan yang terburu-buru," tandas Stoddart. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads