Jules Bianchi, 21 Tahun Setelah Kecelakaan Maut Ayrton Senna

Jules Bianchi, 21 Tahun Setelah Kecelakaan Maut Ayrton Senna

Doni Wahyudi - Sport
Minggu, 19 Jul 2015 08:40 WIB
Jules Bianchi, 21 Tahun Setelah Kecelakaan Maut Ayrton Senna
Klemantaski Collection/Getty Images
Jakarta -

Sudah lama berlalu sejak ada korban tewas dalam ajang balap Formula 1. Sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa Jules Bianchi, insiden maut terakhir yang terjadi di balapan jet darat adalah yang menewaskan Ayrton Senna.

Bianchi, 25 tahun, mengalami kecelakaan saat membalap di Sirkuit Suzuka dalam gelaran GP Jepang tahun lalu. Pebalap asal Prancis itu kehilangan kendali mobilnya dan berakhir dengan menabrak crane yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut mobil Adrian Sutil.

Sabtu (18/7/2015) pagi waktu setempat Keluarga Bianchi mengumumkan tewasnya sang driver. Sejak kecelakaan sampai akhirnya mengembuskan napas yang terakhir, Bianchi dalam keadaan koma karena cedera di bagian kepala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meninggalnya Bianchi mengakhiri catatan F1 yang bersih dari kematian selama 21 tahun. Marca mencatat kalau ini adalah periode terpanjang di mana balapan Jet Darat tidak meminta korban jiwa.

Sebelumnya, di era 1970-an, di F1 punya rata-rata satu kematian setiap dua atau tiga musim.

Kematian terakhir di F1 terjadi di tahun 1994 dengan korbannya adalah salah satu pebalap terbaik sepanjang sejarah: Ayrton Senna. Senna meninggal dunia akibat kecelakaan yang dia alami di San Marino.

Kematian Senna kemudian membawa perubahan besar dalam peningkatan faktor keselamatan F1, yang membuat balapan tersebut bersih dari catatan kematian selama dua dekade lebih

Sepanjang sejarah F1, total sudah ada 27 pebalap yang tewas. Berikut daftar pebalap-pebalap tersebut:

1954 Onofre Marimon (Argentina) - GP Jerman (Nurburgring)
Vucovich Bill 1958 (Amerika Serikat) - Indianapolis
1958 Pat O'Connor (Amerika Serikat) - Indianapolis
Luigi Musso (Italia) - GP France (Reims)
Peter Collins (Inggris Raya) - GP Germany (Nurburgring)
Stuart Lewis-Evans (Inggris Raya) - GP Morocco (Casablanca)
1959 Unser Jeff (Amerika Serikat) - Indianapolis
Cortner Brian (Amerika Serikat) - Indianapolis
1960 Chris Bristow (Inggris Raya) - GP Belgium (Spa-Francorchamps)
Alan Stacey (Inggris Raya) - GP Belgium (Spa-Francorchamps)
1961 Wolfgang von Trips (Jerman) - GP Italy (Monza)
1964 Carel Godin Beaufort (Belanda) - GP Germany (Nurburgring)
1966 John Taylor (Inggris Raya) - GP Germany (Nurburgring)
1967 Lorenzo Bandini (Italia) - Monaco GP
1968 Jo Schlesser (Prancis) - GP France (Rouen)
1969 Gerhard Mitter (Jerman) - GP Germany (Nurburgring)
1970 Piers Courage (Inggris Raya) - GP Netherlands (Zandvoort)
Jochen Rindt (Australia) - GP Italia (Monza)
1973 Roger Williamson (Inggris Raya) - GP Netherlands
1975 Mark Donohue (Amerika Serikat) - GP Austria (Zeltweg)
1977 Tom Pryce (Inggris Raya) - GP South Africa (Kyalami)
1978 Ronnie Peterson (Swedia) - GP Italy (Monza)
1982 Gilles Villeneuve (Kanada) - GP Belgium (Zolder)
Riccardo Paletti (Italia) - GP Canada (Notre Dame)
1994 Roland Ratzenberger (Australia) - San Marino GP (Imola)
Ayrton Senna (Brasil) - San Marino GP (Imola)
2015 Jules Bianchi (Prancis) - Japan GP

(din/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads