Dari Datangnya Ralf Hingga TF105 di Toyota
Selasa, 01 Mar 2005 07:38 WIB
Jakarta - Musim 2005 tampaknya akan menjadi musim yang paling diingat oleh Toyota. Tak hanya kedatangan Ralf Schumacher di timnya, TF105 menjadi mobil dengan mesin sesuai peraturan baru. TF105 yang diluncurkan Januari lalu menjadikan tim Jepang ini sebagai salah satu tim yang telah menghabiskan budget besar untuk mobilnya. Setidaknya Toyota merogoh kocek lebih dari US$ 380 juta untuk TF105.Tentulah harapan besar dibebankan pada mobil yang didesain oleh Mike Gascoyne. Desain dari mantan direktur teknik Renault ini menjadikan TF105 sebagai pengguna chasis pertama Toyota. Gascoyne yang dijuluki Rottweiler, diharapkan tim yang selama tiga tahun bertarung di F1 namun belum merasakan podium juara ini bisa mengulang sukses yang seperti ia lakukan di Renault dan Jordan.Dijelaskan Gascoyne bahwa dirinya mendapatkan tantangan tersendiri mendesain mobil sesuai dengan peraturan baru yang disampaikan di penghujung musim lalu berakhir. "Setelah tahu ada indikasi ada perubahan peraturan mobil untuk 2005, kami langsung bergerak sesuai tujuan. Pengembangan kami lakukan berdasarkan hasil TF104B yang beraksi di race terakhir musim lalu. Digali untukmendapatkan hasil kompetitif di 2005," beber Gascoyne. Untuk desain mobil Gascoyne boleh angkat bicara, tetapi untuk urusan mesin Toyota mempercayai kepada Luca Marmorini. Ia mengaku timnya tidak mengalami kesulitan mengganti mesin guna menyesuaikan regulasi baru, dimana tiap unit mesin harus bisa bertahan untuk dua minggu balapan penuh. "Kami menikmati transisi mulus untuk aturan mesin baru. Kami mengawali dengan level dini untuk mengembangkan mesin sesuai tingkatannya," jelas Marmorini."Menciptakan mesin yang bisa bertahan sampai kisaran 1500km sangat menyenangkan dan menarik tantangan secara teknik. Saya yakin RVX-05 akan merefleksikan kemampuan teknik kami yang terbaik," tambahnya. Ralf BergabungDari sisi pembalap, Toyota mendapat suntikan jagoan baru. Siapa lagi kalau bukan Ralf Schumacher. Gosip ketidakbetahan di BMW Williams dan perseteruannya dengan Juan Pablo Montoya melatarbelakangi hengkannya Ralf dari tim itu. Sempat menyembunyikan niat pindahnya, namun akhirnya terbongkar juga kalau Ralf dan Toyota berhubungan. Adik kandung Michael Schumacher inipun resmi memperkuat Toyota di musim 2005.Selanjutnya mencari pendamping Ralf bukan hal yang mudah. Toyota mendapat tiga kandidat utama Jarno Trulli, David Coulthard dan Olivier Panis. Meninggalkan isu juara dunia 1997 Jacques Villeneuve menjadi incarannya.Melewati ujicoba dan pendekatan kepada tiga kandidat itu, Jarno Trulli terpilih sebagai pembalap kedua Toyota. Bergabungnya Trulli disambut baik olah Ralf. Akan tetapi seiring waktu berjalan menjelang musim 2005, rumor beredar kalau keduanya tidak akur. Seakan mengulang sejarah Montoya versus Ralf saat satu tim di Williams. Salah satu pemicu antara lain ketika hasil ujicoba TF105 tidak mendapatkan respon senada dari dua pembalapnya. Trulli mengatakan mobil itu kurang siap sedangkan Ralf mengaku puas atas performa TF105. "Mobil ini kelihatannya cepat dan kompetitif, tapi tidak bisa bertahan lama. Masalahnya ada pada ban, kurang tiga minggu untuk seri balap pertama dan semoga kita bisa menyelesaikan masalah ini" ungkap Trulli kepada Gazetta Dello Sport."Setelah tiga lap lewat, mobil ini semakin sulit untuk dikendarai. Mengingatkanku pada mobil Jordanku dulu," kenangnya.Sementara Ralf menyatakan bahwa TF105 yang ditangani Toyota mempunyai keunggulan lebih dibandingkan bekas timnya BMW-Williams. "Williams juga tak didukung oleh manufaktur yang baik. Ditambah, mereka bukan perusahaan besar yang baik secara finasial," tuturnya. Dikonfirmasi ketidakakurannya dengan Trulli, pembalap Jerman ini memberikan klarifikasinya. Ia membantah kalau hubungannya kurang rekat dengan Trulli. "Saya pikir Jarno adalah partner yang kuat. Jadi saya sangat gembira kalau Jarno menjadi rekan tim. Dengan adanya Jarno semuanya akan menjadi lebih mudah mengembangkan semua proyek tim," jelas Ralf dilansir F1Racing.Trulli sendiri membenarkan pernyataan Ralf. Ia pun mengingat kalau tidak punya masalah dengan Ralf. "Kami sudah ngobrol dua atau tiga kali tentang banyak hal. Dan sejauh ini baik-baik saja," ujar pembalap Italia ini. Well, bantahan keduanya boleh mengklaim tidak ada perseteruan. Tetapi jangan sampai 'persaingan' seperti di Williams juga dirasakan Ralf dan Trulli. Setidaknya mereka harus menyingkirkan ego-nya masing-masing karena semua untuk Toyota. (erk/)











































