Perkawinan kedua antara McLaren dan Honda, setelah berpisah dengan Mercedes akhir musim lalu, belum berjalan mulus untuk tim yang bermarkas di Woking, Inggris itu. Bersama Honda, McLaren merajai F1 pada periode pertengahan 80-an hingga awal 90-an di mana Aryton Senna jadi pebalapnya.
Sementara musim ini, meski diperkuat dua mantan juara dunia, Alonso dan Jenson Button, Silver Arrows itu baru bisa meraih 27 poin dari 18 seri balapan sejauh ini, hanya lebih baik dari tim Manor yang belum meraih satu poin pun dan duduk di posisi kesembilan klasemen konstruktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Alonso meyakini bahwa tim akan banyak belajar dari hasil buruk yang dituai musim ini untuk mengembalikan McLaren ke jalur juara musim depan.
"Jika kami bisa membalikkan seluruh rasa frustrasi kami menjadi sebuah inspirasi, maka itu akan membantu kami lebih baik. Untuk sebuah masalah besar, maka Anda butuh aksi besar juga - dan itulah yang akan kami lakukan tahun depan. Saya masih optimistis," ujar Alonso di situs resmi F1.
"Di Abu Dhabi, jika kami kembali gagal di Q1 maka kami tidak lagi kecewa karena memang seperti itu kenyataannya. Tapi kami tahu itu, jadi kami harus bisa memperbaikinya untuk musim depan," sambungnya.
"Masih terlalu dini untuk membicarakan proyek tahun depan. Seluruh kelemahan kami sudah teridentifikasi - dan kami sedang memperbaikinya. (Setelah Abu Dhabi) kami akan bekerja sekeras mungkin untuk memastikan musim 2015 tidak akan terjadi lagi."
(mrp/mrp)











































