Selama Masih di F1 Hamilton Anggap Rosberg sebagai Rival, Bukan Teman

Selama Masih di F1 Hamilton Anggap Rosberg sebagai Rival, Bukan Teman

Kris Fathoni W - Sport
Rabu, 02 Des 2015 13:20 WIB
Selama Masih di F1 Hamilton Anggap Rosberg sebagai Rival, Bukan Teman
Getty Images/Dan Istitene
Kuala Lumpur -

Lewis Hamilton menyebut ia dan Nico Rosberg sekarang bukanlah sobat melainkan rival di F1. Saat sudah pensiun nanti keduanya mungkin baru bisa duduk bersama lagi sebagai sahabat.

Hamilton dan Rosberg punya hubungan panjang di dunia balap karena sama-sama pernah melaju di arena karting semasa bocah. Tetapi kini keduanya bersaing sengit di F1, seiring dengan dominasi Mercedes.

Dalam dua musim terakhir, Hamilton setidaknya mampu mengungguli Rosberg dengan cara menyabet titel juara dunia pebalap selama berturut-turut. Dan selama sama-sama masih di F1, Hamilton yakin keduanya tidak lebih hanya akan jadi rival.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami teman saat masih kecil, dan cuma itu saja. Bukannya kami jadi teman dekat belakangan ini, karena memang tidak begitu. Media umumnya berusaha mendramatisir relasi kami seperti jadi persahabatan, lebih dari kenyataannya," kata Hamilton kepada Autosport.

"Tetapi Nico punya punya kelompok teman-temannya, aku pun punya kelompok teman-teman sendiri. Kami tidak santap malam bersama, kami tidak mau party sama-sama, kami tidak ingin nonton bareng, kami tidak mau nongkrong bersama."

"Kami adalah pesaing sengit, dan pada akhirnya ia ingin mengalahkanku dan aku pun hendak mengalahkan dirinya. Aku yakin nanti saat pensiun kami akan duduk bersama dan menertawakan yang sudah terjadi, dan seluruh persaingan kami."

"Kami akan bersantai, anak-anak kami main bersama dan seluruh hal semacam itu, tapi saat ini kami belum sampai ke sana sehingga belum perlu seperti itu," tuturnya.

Hamilton menyebut ia dan Rosberg memang harus bekerja sama demi kepentingan Mercedes dalam memburu titel konstruktor. Tapi hanya itu yang menjadi kepentingan bersama mereka.

"Seperti mayoritas olahraga, ada persaingan amat sengit. Lihat saja Serena Williams. Saat memburu gelar, aku yakin siapa saja yang ia hadapi takkan ia anggap sebagai sobat," ucapnya.

"Tapi di F1 ada rekan setim, dengan prioritas menjuarai klasemen konstruktor dan bekerja bersama-sama. Saat Nico memenangi balapan aku harus mendukungnya, dan begitu pula sebaliknya, dan apa yang kami lakukan bersama, dalam konteks memacu mobil dan tim, semoga menginspirasi mereka, memotivasi. Itu tujuan kami."

"Tentu saja kami sudah membalap sama-sama untuk waktu lama, sejak kami 13 tahun. Saat itu kami punya momen-momen bagus dan kami pun punya momen bagus sekarang. Tapi untuk sisa karier F1, kami akan jadi pesaing sengit," papar Hamilton.




(krs/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads