Pada musim 2015 ini McLaren kembali bekerja sama dengan Honda sebagai penyedia mesin. Kolaborasi itu diharapkan dapat berbuah manis seperti empat titel juara dunia beruntun pada 1998-1991, tapi nyatanya belum.
Dalam perjalanan musim 2015, McLaren bertenaga Honda lebih sering mengalami kendala sehingga akhirnya cuma bisa meraih 27 poin untuk duduk di peringkat sembilan klasemen konstruktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ingin mengalahkan Mercedes tentu saja Anda harus lebih baik daripada mereka," kata Boullier kepada Motorsport.com.
"Mereka punya mekanik, teknisi, mobil, mesin, dan pebalap-pebalap cemerlang. Sulit mengalahkan mereka. Saya pikir kami punya hal serupa; mekanik, teknisi, dan para pebalap terbaik, walaupun belum di sektor mobil dan mesin. Jadi kami harus memoles dua hal tersebut."
"Kami harus mengubah filosofi McLaren sendiri demi kembali meraih hasil di lintasan. Tapi kami juga harus mengubah rekan mesin karena Anda tak bisa mengalahkan juara dunia sebagai pelanggan--mustahil. Langkah untuk bekerja dengan pabrikan mesin sebagai rekan dalam tim adalah jalur tepat. Anda tak bisa mengabaikan komitmen yang sudah diperlihatkan Honda, fasilitas yang mereka punya di Jepang. Itulah yang kami cari."
"Memang benar pernikahan ini datang sedikit lebih cepat (daripada yang ideal) tapi kami harus melakukannya dan mengambil perjudian. Jadi ya kami sudah harus melewati jalan sulit dan itu amat menyakitkan, tapi saya percaya tahun depan kami akan lebih kompetitif," tegasnya.
(krs/krs)











































