Mercedes Waspadai Ferrari, tapi Tetap Yakin dengan Kecepatan Sendiri

Mercedes Waspadai Ferrari, tapi Tetap Yakin dengan Kecepatan Sendiri

Rossi Finza Noor - Sport
Senin, 28 Des 2015 07:40 WIB
Mercedes Waspadai Ferrari, tapi Tetap Yakin dengan Kecepatan Sendiri
Getty Images/Clive Mason
Brackley -

Kubu Mercedes mengaku sudah memantau perkembangan Ferrari sejak tahun 2014. Namun, Mercedes juga yakin bahwa mereka masih berada di depan Ferrari.

Mercedes menutup musim 2015 dengan kesuksesan menjadi juara dunia konstruktor. Mereka sukses mengumpulkan 703 poin atau unggul 275 poin atas Ferrari yang berada di urutan kedua.

Kendati demikian, Ferrari sudah menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi penantang untuk Mercedes. Dari 19 balapan sepanjang 2015, pebalap-pebalap Mercedes --Lewis Hamilton dan Nico Rosberg-- mampu memenangi 16 di antaranya, sementara 3 lainnya dimenangi oleh Ferrari via Sebastian Vettel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ferrari sudah membuat langkah besar sejak 2014, kalau melihat hasilnya. Kami pikir, mereka juga akan seperti itu pada 2016," ujar Executive Director Mercedes, Toto Wolff, seperti dilansir Crash.

"Kami menganggapi ancaman Ferrari dengan amat serius. Kompetisi seperti ini bagus dan penting buat F1. Sebab, dengan demikian bakal ada lebih banyak persaingan di barisan terdepan."

"Ferrari adalah musuh terbesar kami," ucap Wolff.

Meski demikian, Wolff tetap yakin dengan perkembangan timnya. Jika melihat performa Mercedes musim lalu, mereka sudah membangun momentum untuk tetap berada di depan tim-tim lainnya.

"Saya selalu berpikir (Ferrari bisa jadi penantang). Saya sudah berpikir seperti itu sejak tahun lalu dan tahun sebelumnya lagi. Kami punya alasan untuk tetap skeptis, jadi kami wajib bekerja dengan baik selama musim dingin ini."

"Apa yang kami lihat dari berbagai departemen di tim kami amat menjanjikan. Kami tinggal menyusunnya dengan baik saja. Stopwatch tidak akan pernah bohong. Nanti, di bulan Maret, tinggal kita lihat apakah kami melakukan pekerjaan dengan baik atau tidak," kata Wolff.



(roz/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads