Salah satu pebalap paling berpengalaman di arena 'Jet Darat' saat ini tersebut memulai debutnya pada 2001. Kariernya pun sudah berjalan ketika sirkuit tradisional F1 masih menggelar balapan.
Saat ini sejumlah sirkuit baru sudah menggantikan posisi sirkuit-sirkuit klasik tersebut, dengan kelahiran sirkuit itu banyak dibidani oleh perancang Hermann Tilke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada pepohonan atau sesuatu yang lain di lanskapnya. Tentu saja setiap sirkuit selalu sedikit berbeda dan setiap tikungan pada lintasan terasa sedikit berbeda, tapi pada akhirnya sirkuit-sirkuit baru ini disusun dari tikungan-tikungan Tilke," sebutnya.
Pebalap Ferrari itu lalu menilai Sirkuit Internasional Korea sebagai yang paling buruk di antara sirkuit-sirkuit tersebut. Tetapi ia masih mengapresiasi kreasi Tilke lain, sirkuit Istanbul Park, yang menggelar GP Turki pada 2005-2011.
"Turki (Istanbul Park) merupakan sirkuit bagus. Saya juga suka Magny-Cours, lintasannya amat berbeda. Imola salah satu yang terbaik, senantiasa ada atmosfer bagus. Juga Nuerburgring," tutur Raikkonen.
Dari sirkuit F1 yang digunakan saat ini, Tilke sudah merancang dan mengembangkan A1 Ring (Red Bull Ring), Sepang, Bahrain International Circuit, Shanghai International Circuit, Marina Bay Circuit, Yas Marina Circuit, Circuit of the Americas, dan Sochi Autodrom.
Tilke juga bertanggung jawab atas sirkuit lain yang pernah menggelar balapan F1 seperti Istanbul Park, Sirkuit Jalan Raya Valencia, Sirkut Internasional Korea, dan Sirkuit Internasional Buddh.
(krs/din)










































