F1 Baru Masih Aneh? Sabar Saja
Senin, 07 Mar 2005 11:18 WIB
Jakarta - Banyak hal ganjil terjadi pada seri pertama musim 2005 sebagai imbas dari seperangkat aturan baru. Di mana sisi menariknya dan tontonan macam apa yang diperoleh penonton.Bahwa Giancarlo Fisichella mampu mempertahankan ritme balapannya dengan baik itu telah terbukti hari Minggu (6/3/2005) kemarin di Albert Park, Melbourne. Ia berhasil di dua sesi kualifikasi untuk kemudian memenangi GP Australia dan mencapai podium teratas keduanya setelah GP Brasil 2003.Apa hikmah dari kesuksesan Fisichella? Bahwa selalu ada pembalap lain di luar Michael Schumacher yang bisa merengkuh tropi juara, karena bagi sebagian orang tidaklah ideal sebuah kompetisi selalu dikuasai pihak yang itu-itu saja.Ada di mana Schumi? Di batas bawah dalam karirnya. Baru kali ini juara dunia delapan kali dari Jerman itu mengawali musim baru dengan start di grid belakang (posisi 18) dan gagal finish pas balapan.Lalu, bagaimana jalannya lomba? Kalau Anda termasuk maniak salip-salipan dan tubruk-tubrukan, maka hal seperti itu tidak terjadi -- dan memang tidak selalu terjadi -- , kecuali senggolan Nick Heidfeld dengan Schumi dan upaya keras David Coulthard untuk menyusul Fisichella yang gagal.Cerita selebihnya banyak terkait dengan perubahan beberapa aturan main, dan yang paling kentara adalah soal penggunaan ban dan sesi kualifikasi. Bahkan Fisichella pun mengakui bahwa dirinya diuntungkan dengan faktor tersebut dan perubahan cuaca.Ia bisa meraih pole sementara dan pole position karena turun dengan ban kering, sesuai dengan kondisi trek saat itu. Tapi tidak dengan banyak pembalap lain termasuk Schumi. Gara-gara ban tidak boleh diganti kecuali atas keputusan panitia lomba, maka mereka mesti gambling untuk memilih ban kering, basah atau intermediate karena hujan turun pas kualifikasi, tetapi tidak ketika balapan.Alhasil, balapan pada akhirnya banyak dipengaruhi dari posisi start, meskipun pengecualian berlaku pada beberapa pembalap termasuk Alonso dan Rubens Barrichello, dan bahkan Schumi yang sempat menyodok hingga urutan ketujuh.Perubahan posisi juga lebih signifikan dari strategi di pitstop. Siapa yang tidak cepat, maka kehilangan sepersekian detik saat keluar, dan jika tidak beruntung bakal dilewati pembalap di belakangnya.Perubahan aturan lain yang bisa menimbulkan efek tidak asik adalah penggunaan satu mesin untuk dua seri berturut-turut. Di sana disebutkan bahwa, jika seorang pembalap tidak mampu finish, maka ia boleh mengganti mesin mobilnya di seri berikutnya tanpa dikenakan penalti 10 grid di posisi start.Celah itulah yang kemudian dimanfaatkan BAR-Honda dengan "menyuruh pulang" Jenson Button ke kandang, setelah ia dipastikan takkan memperoleh nilai. Dengan memakai mesin baru di Sepang, tentu saja tim ini berharap memperoleh hasil yang lebih baik ketimbang di Australia.Celakanya, bagaimana jika strategi ini jadi kebiasaan? Mentang-mentang tak mungkin dapat angka, maka seorang pembalap memilih tidak menyelesaikan lomba dengan harapan berganti mesin di seri berikutnya. Kalau demikian, bukan realistis namanya melainkan gampang menyerah.Hal menarik lain adalah pemandangan di pitstop. Tidak adanya pergantian ban, hanya pengisian bahan bakar, ternyata tidak serta merta membuat kru ban menganggur. Mereka masih punya gawean dengan cara "3D": Dilihat Diraba Diterawang. Lumayan, daripada tidak ada kerjaan sama sekali.Yang juga masih jadi fenomena lazim adalah debut para rookie yang belum bisa berbuat banyak. Kenyataannya, duo Jordan Narain Karthikeyan dan Tiago Monteiro, serta duet Minardi Patrick Friesacher dan Christijan Albers tetap berada di urutan terbawah. Karthikeyan, Monteiro, dan Friesacher memang lebih baik daripada Heidfeld dan Schumi, tapi itu karena kedua pembalap elit Jerman itu mengalami insiden sehingga tidak bisa melanjutkan lomba.Apapun yang terjadi di Melbourne, itu hanya sebuah awal dari banyak seri yang ada. Dikaitkan dengan perubahan sederet aturan main, katakanlah bahwa F1 masih dalam masa transisi. Tunggu saja apa yang akan terjadi lagi dua pekan mendatang di Sepang. (a2s/)











































