Renault tak mau memasang target muluk-muluk di musim 2016 ini. Bagi Renault yang penting mereka bisa tampil kompetitif untuk bersaing dengan tim-tim lain.
Pada awal Desember lalu, Renault mengonfirmasi akan kembali ke F1 sebagai tim konstruktor secara penuh pada 2016, bukan lagi cuma jadi penyedia mesin seperti beberapa musim terakhir.
Hal itu dilakukan setelah pabrikan Prancis tersebut mengambil alih Lotus. Kesepakatan ini membuat Renault kembali pegang kendali atas tim yang berbasis di Enstone tersebut sejak melepas mayoritas kepemilikan ke Genii Capital pada 2010--yang pada prosesnya membuat tim itu bertransformasi jadi Lotus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, Renault tak mau berpikir terlalu jauh untuk menargetkan juara atau bersaing dengan tim-tim semacam Ferrari atau Mercedes. Yang jadi fokus utama Renault adalah bagaimana membentuk tim yang tangguh untuk musim yang baru.
"Tidak penting memikirkan soal peringkat. Kami tahu situasinya dan kami baru mengambil alih sebuah tim pada 19 Desember lalu, jadi saya tak ingin mengatakan bahwa kami menargetkan posisi 9, 7, atau 5. Target pertama kami adalah membangun tim yang kuat dan juga dasar yang kuat untuk mengarungi musim-musim berikutnya," ujar Racing Director Renault, Fredric Vasseur, seperti dikutip ESPN.
"Kami butuh waktu untuk menjadi tim kompetitif. Kami menjalani musim yang sulit tahun lalu, meski di akhir musim kami performa kami tidak begitu buruk dan kami mampu meraih podium di Spa. Dasar tim kami sudah kuat dan kami harus bisa memanfaatkan dengan baik untuk membangun tim baru," sambungnya.
"Jika Anda melihat ke masa lalu, dari era Red Bull dan Ferrari, mereka butuh lima tahun untuk jadi juara.. dan bahkan untuk Mercedes, di mana mereka memulai sebagai juara dunia (usai Brawn GP di tahun 2009). Saya pikir ini siklus yang wajar terjadi," tutupnya.
(mrp/cas)











































