Dimulai dari ajang Formula di kawasan Asia, Rio mulai mengejar mimpinya sejak tahun 2008. Mampu menempati posisi tiga di ajang Formula Asia 1.0, Rio mengadu nasib ke level Asia-Pasific.
Pemuda 23 tahun itu mencuri perhatian saat menjadi juaraΒ di ajang Formula BMW Pasific bersama tim Questnet Team Qi-Meritus di tahun 2009. Membalap sebanyak 15 kali, Rio mampu menang 11 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan gemilang Rio itu yang lantas membuatnya dikaitkan dengan Virgin Racing, Marussia F1, dan Manor Racing. Dia sempat menjadi test driver Marussia Virgin Racing di musim 2010.
Kendati sudah mencicipi rasanya menjadi test driver, Rio harus menunggu lima musim untuk bisa berkompetisi dengan Lewis Hamilton atau juga Sebastian Vettel.
Rio yang menempati posisi empat klasemen akhir pebalap GP2 bersama Campos Racing musim lalu, akhirnya berlabuh ke Manor untuk melengkapi line up pebalap F1 musim ini. Dia resmi direkrut, Kamis (19/2/2016).
Kabar itu begitu melegakan karena sebelumnya Rio masih mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya sebesar 15 juta euro demi mendapatkan kursi di Manor. Pebalap 23 tahun itu sampai harus meminjam ke bank untuk membayar down payment sebesar 3 juta euro --dari yang diminta sebesar 5,5 juta euro-- yang harus diserahkan ke Manor.
Jelas itu merupakan satu kabar gembira karena tak banyak pebalap Indonesia yang terjun di ajang balap single seater atau mobil formula. Selain Rio, setidaknya cuma ada Ananda Mikola, Moreno Suprapto, Zahir Ali, Bagoes Hermanto, Satrio Hermanto, dan yang paling baru adalah Sean Gelael. (cas/din)











































