Pekan lalu muncul wacana penggunaan format kualifikasi bergaya eliminasi. Tetapi terungkap pula kalau piranti lunak yang diperlukan untuk penghitungan waktu di format itu belum akan siap sampai setidaknya GP Spanyol bulan Mei mendatang.
[Baca juga: Format Baru Kualifikasi di Musim yang Baru]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak punya opini pasti. Situasi ini membuat sedih. Saya sedih," ucap Alonso di F1i.com yang dilansir Eurosport.
"Saya sedih untuk olahraga ini karena dari luar kelihatannya tidak tepat bahwa dalam satu pekan kami mengganti format kualifikasi tiga kali. Atau kami pura-pura menggantinya. Tak ada yang meresmikan apa pun.
"Kalau saya olahragawan dari olahraga lain maka saya akan melihat F1 dengan perasaan sedikit terkejut," tutur juara dunia F1 2005 dan 2006 tersebut.
Alonso, yang dalam kariernya di F1 juga pernah membela Renault dan Ferrari, kemudian juga mengeluhkan regulasi teknis di F1 yang menurutnya tidak populer buat para penggemar balapan.
"Ada terlalu banyak perubahan. Tingkat kerumitan peraturan untuk para penontonnya juga cukup tinggi. Saya pikir teman-teman saya di Spanyol sini ingin menyalakan televisi dan melihat duel mobil-mobil besar dengan ban yang juga besar dan suara yang kencang, dan menikmati balapan sebagaimana halnya dengan olahraga-olahraga lain," ujar Alonso.
"Tapi di F1 yang ada adalah MGU-H, MGU-K, State of Charge, Supersoft, mandatory tyre, dll. Ketika Anda di posisi empat dalam balapan dan tiga putaran menuju finis Anda harus berhenti untuk menggunakan ban wajib lain... Hal-hal semacam itu membuat orang kebanyakan bakal mematikan televisinya," bebernya.
(krs/mrp)










































