Rio akan menjalani debutnya dalam seri pembuka F1 musim ini di Australia, akhir pekan ini. Dia adalah orang Indonesia pertama yang mengikuti balap mobil paling prestisius itu.
Rio tak menampik ada beban mental yang dirasakannya. Meski begitu, pebalap kelahiran 22 Januari 1993 itu berusaha untuk menepisnya dengan berpikir positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar bebannya hilang, saya juga berusaha menjadikan ini seperti race biasa saja. Yang penting saya minta doa orang tua, seluruh masyarakat Indonesia, dan menjalani semua seperti biasa," imbuhnya.
Soal target pribadi, Rio mengaku tak muluk-muluk. Dengan masuk tim Manor Racing yang bukan merupakan tim besar, pebalap asal Solo itu berusaha tetap optimistis pelan-pelan bisa menembus papan tengah kendati semua harus dilaluinya dengan proses dan perjuangan.
"Sekarang tim ini masih terus lakukan development. Itu butuh waktu. Jadi kalau langsung naik papan tengah, tidak semudah itu. Kalau target saya berharap bisa lebih baik lah, saya tak bisa terget posisi. Manor papan bawah musim lalu, mudah-mudahan ada surprise, bisa 15 besar itu bagus," kata dia.
Rio langsung terbang ke Australia pada malam ini setelah menyempatkan diri kembali ke Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap Rio bisa sukses di debutnya.
"Saya berharap Rio sukses di Melbourne. Kenyataan dan kepastian bahwa Rio bakal mulai debutnya, bakal mulai balapan, resmi di F1, membuat saya senang. Saya sudah nazar, sampai Rio benar-benar bisa berangkat ke Melbourne, karena itu pagi tadi saya cukur kumis," ujar Imam.
"Mudah-mudahan mobilnya semakin sempurna dan bisa maksimal di Melbourne. Sebelumnya 'kan masih latihan, wajar kalau ada masalah-masalah tapi pasti sudah dibenahi," kata Imam.
(ads/mfi)











































