Selain soal format kualifikasi, pembatasan komunikasi radio selama balapan juga menjadi tantangan baru bagi para pebalap Formua 1 musim ini. Para pebalap ditantang untuk mampu mengontrol balapan.
Sejumlah aturan baru diterapkan dalam F1 musim ini. Salah satunya pembatasan komunikasi radio.
Di musim ini, para pebalap ditantang untuk mengontrol balapan di tangan mereka sendiri. Tim di garasi yang biasanya menjadi pengendali sudah tak punya banyak wewenang lagi nantinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kebijakan baru itu, F1 diharapkan tak lagi didominasi oleh pebalap yang itu-itu saja. F1 bisa menjadi lebih tak bisa diprediksi sehingga lebih menarik musim ini.
Baca juga: Yang Beda di F1 2016
Ujian itu akan dilakoni para pebalap akhir pekan ini di Sirkuit Albert Park, Melbourne. Dua kali juara dunia, Fernando Alonso yang kini membalap untuk McLaren, merasa aneh dengan aturan itu. Dia menilai perubahan tersebut tak akan banyak mempengaruhi hasil balapan.
"Daripada mengikuti insting pebalap, kami memilih tetap mengikuti apa yang telah kami sepakati dua jam sebelum balapan," kata Alonso seperti dikutip Reuters.
"Aturan itu cukup asing. Dalam era komunikasi dan teknologi yang makin maju, Formula One malah membatasinya menjadi sebuah cara yang tidak wajar.
Senada, pebalap Force India, Sergio Perez, menilai aturan itu tak ada imbasnya bagi persaingan F1. Sementara, pebalap Mercedes Nico Rosberg berpendapat aturan tersebut memaksa para pebalap untuk bekerja ekstra dalam setiap balapan.
"Itu cuma jadi beban ekstra buat para pebalap. Saya berharap setiap pebalap bisa bekerja sama dengan tim, atau setidaknya dari sisi saya pribadi, lumrah kan untuk mendapatkan informasi apa yang harus kami lakukan dan bagaimana reaksi kami," tutur Perez.
"Itu akan menjadi tantangan yang cukup besar pada musim ini. Mereka tak bisa lagi memberi tahu kepada kami, para pebalap, soal perubahan strategi," tutur Rosberg.
(fem/din)










































