Selasa (22/3/2016) kemarin, Kementerian Pariwisata melalui Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri, I Gede Pitana, mengaku sudah melakukan pertemuan dan membahas peluang dukungan kepada Rio Haryanto. Adapun jumlah angka yang kemungkinan dikeluarkan sebesar Rp 5-6 miliar.
"Kami sudah sempat bertemu dengan pihak Rio, serta membahas peluang dukungan dari Kemenpar. Ya, kami menyiapkan dan sekitar Rp 5-6 miliar," kata Pitana, kemarin malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Menpora yang ditemui terpisah mengaku kaget "Masa sih? yang benar saja. Jangan dong. Kecil banget," kata Imam sambil menggaruk kepalanya karena keheranan.
"Paling tidak Rp 50 miliar. Tapi ini belum ada kabar kepada saya. Saya sih berharap lebih dari itu (yang diberikan Kemenpar kepada Rio)," pungkasnya.
Hingga kini, sekali lagi, baru Pertamina yang secara kongkret membantu Rio. Belum terdengar kabar ada lagi perusahaan atau pengusaha swasta Indonesia yang bisa berkontribusi kepada pebalap Indonesia pertama yang menembus F1 itu.
Rio harus menyetor dana sebesar 15 juta euro untuk bisa dapat satu mobil Manor dan kesempatan berlaga di F1 musim 2016. Uang 15 juta euro itu sampai kini belum sepenuhnya dipegang Rio, meski dia sudah menyetorkan uang DP sebesar 3 juta euro. Pertamina sebagai sponsor Rio sudah menyatakan akan memberikan dukungan dana sebesar 5 juta eruo, di mana pembayaran tahap pertama senilai 2,25 juta euro sudah dilakukan.
Sementara pemerintah sudah menjanjikan memberi bantuan dana Rp 100 miliar (sekitar 6,7 juta euro) dengan mengambil dana APBN. Namun, hingga kini dana itu tak jelas kapan akan cair.
(mcy/din)











































