Dengan sistem eliminasi, format baru kualifikasi tersebut dinilai tidak kompetitif dan memalukan setelah kebanyakan mobil tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan diri dalam durasi 90 detik. Apalagi beberapa menit akhir kualifikasi justru minim aksi.
Usai balapan GP Australia, format baru kualifikasi itu disebut bakal ditanggalkan untuk balapan berikutnya. Tapi belakangan muncul pembahasan kalau format kualifikasi diΒ GP Bahrain masih akan tetap mengadopsi model eliminasi, dengan Q1 dan Q2 menggunakan sistem eliminasi dan Q3 kembali ke format kualifikasi yang lama--sebuah hybrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bβingung karena itu merupakan kali pertama digunakan dan seluruh variabelnya tidak bisa diprediksi, seperti bagaimana penentuannya di Q3. Kami bisa memperbaikinya," kata Ecclestone kepada La Gazzetta dello Sport yang dilansir Crash.net.
"Kalau saya hendak memberi sebuah opini, saya akan mengatakan kami bakal lanjut dengan format yang sama dengan yang digunakan di Australia.
"Saya orang yang bijaksana dan hal-hal baru harus diuji. Kualifikasi yang baru memunculkan rasa terkejut, tapi mungkin kami bisa menyelamatkan hal-hal bagus dari format tersebut," tuturnya.
Ecclestone kemudian menegaskan hasratnya untuk membawa angin segar dan nuansa baru untuk F1, setelah jumlah pemirsa TV balapan tersebut menurun dalam beberapa tahun terakhir. Ia melihat perubahan kualifikasi sebagai salah satu langkah logis.
"Saya merupakan seorang pengusaha dan saya harus menjual F1 kepada penyelenggara balapan. Jika para penggemar tak lagi menyaksikan balapan uang yang saya berikan ke tim akan berkurang. Saya harus menemukan solusi terbaik dan ada pebalap yang tereliminasi setiap 90 detik itu bisa menarik," sebut Ecclestone.
(krs/roz)











































