Rio di Bahrain: Juara GP2, Bagaimana Setelah Naik ke F1?

Jelang GP Bahrain

Rio di Bahrain: Juara GP2, Bagaimana Setelah Naik ke F1?

Doni Wahyudi - Sport
Selasa, 29 Mar 2016 15:14 WIB
Rio di Bahrain: Juara GP2, Bagaimana Setelah Naik ke F1?
Foto: Getty Images/Mark Thompson
Jakarta - Tahun lalu, saat masih berlaga di GP2, Rio Haryanto menjadi juara di GP Bahrain. Kini sudah naik level ke Formula 1, apa hasil yang akan dia dapatkan?

F1 tentu saja sangat berbeda dengan GP2. GP2 adalah feeder untuk F1, semacam ajang bagi seluruh pebalap untuk menguji kemampuan sebelum benar-benar turun di adu kebut jet darat. Spesifikasi mesin dan kemampuan mobil kedua ajang tersebut  juga punya perbedaan yang lumayan besar.

Maka mengharapkan Rio melakukan lompatan hasil luar biasa dibanding race di Melbourne adalah hal yang sangat sulit. Jangan lupa kalau Rio berstatus debutan di F1, sementara tahun lalu merupakan musim ketiga dia berlaga di GP2. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah debut yang buruk - terpaksa DNF (did not finish) karena masalah pada mobil - Rio tentunya membidik hasil yang lebih baik di GP Bahrain pada akhir pekan ini.

Bagaimanapun, kemenangan pada GP2 tahun lalu adalah modal yang bagus untuk Rio menjalani balapan akhir pekan ini. Setidaknya pemuda kelahiran Solo 23 tahun itu sudah tahu benar karakteristik Sirkuit Sakhir. Sementara saat tampil di Albert Park, yang dipakai menggelar GP Australia, pengetahuan Rio bisa dibilang tak banyak karena GP2 tak mampir negara tersebut.

Untuk balapan keduanya di F1 nanti, Rio masih akan terus belajar. Tapi tentunya bukan tanpa target, karena sebagaimana diungkapkan manajernya beberapa waktu lalu, target terdekatnya adalah mengalahkan rekan satu timnya, Pascal Wehrlein.

"Ini akan sedikit lebih mudah bagi Rio karena ia berpengalaman dari tahun sebelumnya di Bahrain. Bahkan waktu balapan di Australia jika tidak ada masalah mungkin Rio akan mendapat hasil yang baik. Saya harap Rio bisa mengalahkan rekan setimnya," kata manajer Rio, Piers Hunissett, kepada detikSport.

Menurut data yang dikumpulkan F1 Fanatic tahun lalu, GP2 rata-rata lebih lambat 7,23% dibanding F1. Data tersebut dikumpulkan dari 11 seri berbeda di sepanjang 2015.

[Baca juga: Rio Bidik Hasil Lebih Oke di Bahrain, Target Kalahkan Wehrlein]


(din/mfi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads