detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 31 Mar 2016 16:12 WIB

Jelang GP Bahrain

Jet Darat Mengejar Sunset di Gurun Bahrain

Doni Wahyudi - detikSport
Foto: Michael Regan/Getty Images Foto: Michael Regan/Getty Images
Jakarta -

GP Bahrain jadi seri F1 pertama di Negara Arab. Selain sirkuit berada di tengah gurun pasir, atraksi lainnya adalah waktu balapan yang digelar senja dan berakhir saat gelap datang.

Bahrain mulai menjadi tuan rumah balapan F1 sejak tahun 2004 lalu. Namun baru di 2014 lalu mereka mengubahnya menjadi balapan malam, mengikuti GP Singapura yang sudah menghelat night race sedari 2008. Perubahan tersebut dilakukan sebagai bentuk perayaan 10 tahun negara itu menghelat adu kebut jet darat.

Tak seperti GP Singapura yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat, balapan di Bahrain start pada pukul 18.00. Jadi GP Bahrain sebenarnya merupakan balapan senja, dimulai saat cahaya matahari masih menyinari sirkuit dan tuntas dengan bantuan cahaya buatan dari ratusan lampu yang dipasang di sekeliling lintasan.



Diresmikan tahun 2004, Sirkuit Internasional Bahrain punya tipikal sama seperti banyak sirkuit modern lainnya dengan lintasan lurus yang panjang dan tikungan lambat. Trek sepanjang 5,412 km ini dirancang oleh desainer kenamaan Hermann Tilke, yang juga mendesain trek F1 di China, Singapura, Turki dan Valencia.

Karena lokasinya yang berada di tengah gurun pasir, pada awalnya pebalap sangat khawatir dengan pasir yang bakal tertiup angin masuk ke lintasan dan berakibat pada berkurangnya daya cengkram ban. Penyelenggara balapan mengantisipasi hal tersebut. Mereka menyeprotkan senyawa khusus yang bisa mengikat pasir-pasir sehingga tidak banyak masuk ke sirkuit dan mengganggu balapan.



Minggu (3/4/2016) malam WIB, seluruh pebalap akan mengitari sirkuit sebanyak 57 kali dengan jarak tempuh total 308,238 km. Ada 15 tikungan, 6 ke kiri, 9 ke kanan), plus dua zona DRS.

Salah satu 'fitur' dalam balapan ini adalah perubahan tinggi lintasan dari bagian yang satu ke bagian yang lain. Meski rata-rata kecepatan hanya 202 km/jam, balapan di Bahrain dianggap sebagai salah satu yang sangat menguji kemampuan rem. Tikungan pertama (yang dinamai Tikungan Michael Schumacher) sangat sempit dan mengharuskan pebalap untuk melakukan pengereman 100 meter sebelum memasukinya dan turun hingga ke gear pertama.



GP Bahrain sempat dibatalkan penyelenggaraannya pada tahun 2011 setelah terjadi protes besar di Kota Manama terkait isu pelanggaran HAM. Setahun berselang balapan kembali ke sana meski banyak muncul kekhawatiran soal faktor keamanan. Di tahun 2012 itu bus tim Force India terjebak di tengah perseteruan antara demonstran dengan petugas kepolisian.

Rekor lap tercepat di Bahrain International Circuit masih dipegang Michael Schumacher dengan waktu satu menit, 30,252 detik. Schumi mencatatkan hasil tersebut di balapan perdana tahun 2004. Sementara rekor pole position dimiliki Fernando Alonso yang pada tahun 2005 membukukan satu menit 29,848 detik.

[Baca juga: Mengenal Warna-Warni Ban Mobil F1 2016]



Alonso masih tercatat sebagai pebalap tersukses di GP Bahrain. Driver asal Spanyol yang kini mengendarai McLaren itu tiga kali jadi juara di sana.

(din/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com