- 2016 akan menjadi tahun ketiga GP Bahrain dihelat di bawah sinar lampu, alias balapan malam. Sembilan balapan pertama di sirkuit ini digelar siang hari. Tentu saja dari seluruh balapan tersebut tidak ada yang digelar dalam kondisi hujan.
1:31.447 - Ini adalah rekor lap di Bahrain International Circuit yang dicatatkan Pedro de la Rosa musim 2005. Uniknya ini menjadi satu-satunya fastest lap yang dicatatkan De la Rosa dari 104 kesempatan dia membalap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8 - Jumlah pebalap yang sudah merebut pole position di GP Bahrain. Beberapa pebalap yang sudah mendapatkan lebih dari satu pole adalah Nico Rosberg, Sebastian Vettel, dan Michael Schumacher.
57 - Jumlah lap untuk balapan di Bahrain. Pada tahun 2010 jumlah lap seri Bahrain berkurang menjadi hanya 49, itu terjadi karena race menggunakan layout lintasan yang berbeda yang memiliki panjang lintasan 6,2.
6 - Sudah enam tahun berlalu sejak Fernando Alonso meraih kemenangan ketiganya di Bahrain. Dengan tiga gelar juara, Alonso masih menjadi pebalap tersukses di Bahrain.
339,1 - Kecepatan yang ditembus Sebastian Vettel musim lalu. Angka tersebut 3,4 km/jam lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, yang dipegang Felipe Massa.
4 - Angka kemenangan Ferrari di Bahrain, yang jumlahnya dua kali lipat dibanding Red Bull, Renault, dan Mercedes. The Prancing Horse tercatat 10 kali naik podium di Bahrain, yang terakhir mereka dapat tahun lalu setelah Kimi Raikkonen finis kedua. Kimi adalah pebalap dengan jumlah podium terbanyak di Bahrain (7).
1,085 - Lewis Hamilton mengalahkan Nico Rosberg dengan selisih waktu hanya 1,085 detik di musim 2015 lalu. Sepanjang sejarah balapan di Bahrain, ini merupakan jarak paling kecil antara juara dan runner up.
146 - Jumlah lap yang sudah dijalani Vettel di Bahrain, yang menjadikan dia sebagai driver dengan lap terbanyak di sana. Cuma Lewis Hamilton dan Felipe Massa yang jumlah lapnya di sirkuit ini lebih dari 100.
0,027 - Jarak (dalam detik) antara Robert Kubica dengan Felipe Massa di fase kualifikasi musim 2008. Itu menjadi satu-satunya pole position yang didapat Kubica sekaligus menjadi margin paling rapat sepanjang sejarah balapan F1.
(din/rin)











































