Pada penerapan pertamanya di GP Australia lalu, format tersebut banyak menuai kritikan. Pembahasan lebih lanjut direncanakan terjadi pada saat GP Bahrain setelah format itu digunakan lagi usai kualifikasi, Sabtu (2/4).
Tidak ada perubahan positif dari reaksi yang muncul dari format tersebut, dengan kritik masih berdatangan dari tim, pebalap, maupun penggemar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai GP Australia lalu tim-tim sudah melakukan pembahasan dan sepakat kembali saja ke format kualifikasi yang digunakan tahun lalu. Namun, FIA enggan menjadikan itu sebagai salah satu opsi dan alih-alih malah menyodori pilihan untuk tetap menggunakan gaya eliminasi di tiga sesi kualifikasi (Q1, Q2, Q3), atau mengubah Q3 jadi seperti musim lalu sedangkan Q1 dan Q2 tetap memakai sistem eliminasi. Di sini muncul ketidaksepakatan sehingga gaya eliminasi secara keseluruhan pun tetap digunakan di Bahrain.
"Kami sudah memiliki sikap di Australia, kami sudah melakukan pertemuan dan dengan bulat kembali ke (format) tahun lalu. Kami akan tetap pada sikap tersebut," tegas Boullier.
Sementara itu Presiden FIA Jean Todt menilai bahwa Q1 dan Q2 format baru memiliki potensi, kendatipun tidak terlalu yakin dengan Q3. Bos F1 Bernie Ecclestone juga sempat mengusulkan untuk lebih jauh mengutak-atik sistem yang ada saja alih-alih balik menggunakan format musim lalu. Apapun, sebuah keputusan dengan suara bulat diperlukan agar format kualifikasi bergaya eliminasi itu dapat diubah.
(krs/krs)











































