Sejak mulai digunakan di GP Australia, format kualifikasi dengan sistem eliminasi pada musim ini sudah menuai kritikan. Tim-tim dan para pebalap pun sudah menyatakan lebih senang jika bisa kembali menggunakan kualifikasi dengan format musim 2015 lalu.
[Baca juga: Menanti Kelanjutan Nasib Format Baru Kualifikasi]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, bos F1 Bernie Ecclestone dan Presiden FIA Jean Todt justru menyodorkan format kualifikasi baru dengan sistem waktu agregat. Dalam sistem ini, posisi start pebalap akan didasarkan pada catatan waktu terbaik di tiap sesi kualifikasi.

[Sky Sports]
Belum ada kesepakatan mengenai format kualifikasi macam apa yang akan dipergunakan pada GP China pada 17 April mendatang. Tim-tim dinyatakan bakal melakukan voting terhadap proposal itu pada hari Kamis (7/4/2016) lusa.
Sehubungan dengan proposal tersebut, driver Ferrari Sebastian Vettel dengan tegas menyatakan ketidaksepakatan. "Saatnya pergi ke sirkus lagi," katanya kepada Sky Sports.
"Itu ide bagus kalau Anda ingin ada hal-hal acak untuk terjadi, tapi F1 harusnya mengenai balapan. Itu ide sampah," sebutnya.
Pebalap Red Bull Daniel Ricciardo sepakat. Menurutnya kualifikasi adalah mengenai aksi seorang pebalap untuk mencatatkan satu waktu putaran terbaik, berseberangan dengan sistem agregat yang ada di proposal.
"Dengan sistem agregat malah jadi seperti bentuk balapan ketahanan. Saya tak terlalu suka dengan ide tersebut," ujarnya.
Pun demikian, ada pula pebalap yang siap menguji format dalam proposal tersebut karena merasa itu berpotensi lebih baik daripada sistem eliminasi saat ini.
"Kami akan menjajalnya, sebenarnya cuma itu yang bisa kami katakan. Lebih baik daripada format sekarang, saya pikir apa saja akan lebih baik dari yang ada saat ini. Melaju dengan sebelah mata pun akan lebih baik. Saya menantikan perubahan," ucap Jenson Button dari McLaren-Honda.
Dalam catatan Motorsport.com, format kualifikasi dengan sistem agregat sebelum ini sudah pernah dipergunakan--dan gagal memenuhi harapan. Hal itu terjadi pada tahun 2005 silam dan sistem tersebut ditanggalkan setelah enam balapan.
(krs/raw)











































