Rio kini merupakan satu-satunya pebalap Asia yang tampil di ajang F1. Ia membela tim Manor Racing, berpartner bersama rookie lain asal Jerman, Pascal Wherlein.
Dalam pertemuannya dengan media di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (7/4) malam, putra pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati itu
menceritakan pengalaman-pengalaman barunya sejak menjadi pebalap F1. Di dua seri pertama di Australia dan Bahrain, misalnya, ia merasa senang karena mendapat dukungan besar dari masyarakat Indonesia, baik yang tinggal di sana maupun yang datang jauh-jauh dari tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pebalap harus menunjukkan dirinya sebagai global ambassador dan ini adalah salah satu bagian pekerjaan yang harus saya lakukan. Yang pasti saya tidak merasa terbebani. Saya yakin dengan banyak fans doa untuk saya Β semakin banyak sekali," ucap pemuda 23 tahun itu.
Sebagai pebalap F1, aktivitas Rio menjelang balapan sangatlah padat, antara lain meeting dengan kru tim dan pertemuan dengan para pebalap untuk membahas race safety dan regulasi balapan. Ia juga harus siap melakoni sejumlah wawancara dengan media, sampai jumpa penggemar sebagai bagian dari keperluan entertainment.
Sebagian dari kebiasaan-kebiasaan baru itu sempat membuat kaget Rio. Namun ia menyadari bahwa itu adalah bagian dari yang pekerjaan yang harus ia lakukan sebagai pebalap F1, di samping sebagai penambah motivasi.
"Saya sempat syok karena berbeda sekali ketika saya masih di GP2. Waktu saya terbang ke Bahrain atau ke Italia, Barcelona, saya mesti antre menunggu taksi atau minta mobil. Tapi sekarang sudah dijemput dan semuanya sudah tersedia, ya perbedaannya sangat banyak dan saya sangat senang dan menerima masyarakat Indonesia yang ada di Bahrain," Rio bercerita.
Dilanjutkan Rio, perbedaan lain yang ia rasakan adalah saat harus beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Dinamika balapan yang lebih rumit, hingga puluhan tombol yang harus ia ingat pada mobil menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
"Ya saya sempat kaget dari perbedaan teknologi. Memang butuh waktu untuk adaptasi. Tapi sesi demi sesi saya sudah semakin familiar dengan teknologinya. Ini adalah awal yang baik dalam dua race kemarin, saya semakin memahami secara teknis di sana."
Lantas apakah Rio sudah menghapal nama-nama kru dalam tim Manor Racing?
"Mungkin 90 persen ya. Kalau tidak ingat, saya punya trik untuk memanggil. Kalau dia orang Inggris, saya akan sapa 'Hi, Man'," ungkapnya seraya tertawa.
(mcy/a2s)











































