Duo BAR-Honda Terancam Penalti
Rabu, 16 Mar 2005 19:43 WIB
Jakarta - Duo BAR-Honda, Jenson Button dan Takuma Sato, terancam penalti 10 grid jika bersikeras menggunakan mesin baru di GP Malaysia. Pada lap terakhir di Melbourne dua pekan lalu, Honda memaksa dua pembalapnya, Jenson Button dan Takuma Sato, masuk pit stop dan tidak menyelesaikan balapan. Padahal keduanya sama sekali tidak mengalami masalah dengan mobilnya.BAR diduga mencoba mengambil keuntungan dari aturan F1 yang membenarkan tim melakukan pergantian mesin jika tidak menyelesaikan balapan. Tak pelak, tindakan ini mengundang kecaman. Toyota, misalnya, mengkritik BAR sebagai tim yang tidak fair. Bahkan menyusul kontroversi ini, FIA mengeluarkan kebijakan baru sebagai penjelasan atas regulasi soal penggunaan satu mesin dalam dua seri balapan."Menyusul peristiwa yang terjadi di lap terakhir Melbourne, kini akan terdapat perbedaan antara mobil-mobil yang tak finish karena kejadian tertentu dengan mobil-mobil yang memilih untuk tak finish Yang pertama biasanya terjadi karena ketidaksengajaan atau diluar kekuasaan pembalap, sementara yang terakhir tidak." Demikian pernyataan FIA yang dilansir Reuters, Rabu (16/3/2005). Dalam pernyataan itu juga ditambahkan kalau demi menjamin tegaknya regulasi tersebut, di tiap-tiap seri balapan, setiap tim yang mobilnya tak finish harus menjelaskan alasan mereka tak finish kepada steward. "Untuk memastikan kalau peraturan ini dihormati, di masa depan setiap tim harus menjelaskan alasan dibalik kegagalan mobilnya menyelesaikan satu dari dua seri balapan dalam pertemuan dengan steward." Jika demikian, posisi BAR mau tak mau menjadi sulit. Jika menilik regulasi yang sudah ada, maka pelanggaran atas ketentuan soal satu mesin dalam dua seri balapan bisa dikenai penalti 10 grid. Regulasi tambahan ini dikeluarkan FIA beberapa jam setelah kritik Toyota muncul. Di GP Australia lalu, Toyota berada dalam kondisi yang sama persis dengan BAR (tidak memperoleh angka). Namun bertolak belakang dengan BAR, duo pembalap Toyota, Jarno Trulli dan Ralf Schumacher, memilih tetap menyelesaikan balapan. (mel/)











































